Takhta Roland Garros Diancam Djokovic, Nadal Santai

Jelang Prancis Terbuka

Takhta Roland Garros Diancam Djokovic, Nadal Santai

- Sport
Selasa, 21 Apr 2015 08:06 WIB
Takhta Roland Garros Diancam Djokovic, Nadal Santai
Getty Images
Paris - Cedera yang terus kambuh dan penampilan yang kurang meyakinkan membuat Rafael Nadal kurang diunggulkan di Prancis Terbuka 2015. Sosok yang mengancam takhtanya di Roland Garros adalah Novak Djokovic yang sedang on fire.

Djokovic tidak terhentikan dalam beberapa pekan terakhir. Dia kini sudah meraih 17 kemenangan beruntun dan menjadi petenis pertama yang memenangi tiga gelar Masters di tahun 2015.

Salah satu kemenangan Djokovic adalah saat menundukkan Nadal di semifinal Mote Carlo Masters, pekan lalu. Petenis asal Serbia itu menang meyakinkan dengan 6-3 dan 6-3 dalam duel di lapangan tanah liat, yang harusnya jadi tempat favorit Nadal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi itulah yang membuat Djokovic sangat diunggulkan menang di Prancis Terbuka 2015, yang akan dimulai pada 24 Mei mendatang. Menanggapi hal itu, Nadal santai saja.

"Djokovic tampil bagus di 2011, 2012, 2013 dan juga 2015. Kadang Anda meraih banyak kemenangan, kadang Anda sedikit mendapatkannya. Sulit untuk memenangi seluruhnya sepanjang waktu. Djokovic bagus di 2011, sebagaimana dia bagus di tahun ini. Dia menjalani tahun yang luar biasa di 2011, dan juga tahun ini. Saya harus memberinya selamat," sahut Nadal.

Nadal adalah penguasa tunggal Roland Garros dalam satu dekade terakhir. Dalam 10 penyelenggaraan ke belakang dia jadi juara di sembilan edisi. Petenis Spanyol berusia 28 tahun itu memang sangat dominan bermain di lapangan tanah liat, yang membuatnya dapat julukan 'king of clay'.

"Tahun ini saya harus melakukan hal yang benar, kembali ke level tertinggi untuk bisa menghadapinya di lapangan. Dari sudut tenis, saya merasa jauh lebih baik dibanding beberapa pekan lalu. Saya akan berupaya melangkah sejauh mungkin dan bermain sebaik mungkin, melebihi level yang saya tunjukkan di Monte Carlo," tegasnya di Reuters.

(din/mfi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads