Saat Federer mulai dibatasi usia dan Nadal makin sering diganggu cedera, Djokovic seperti tak punya lawan di tenis dunia saat ini. Tiga gelar turnamen maasters beruntun yang diraih di awal tahun 2015 plus rangkaian tak terkalahkan di 17 pertandingan jadi statistik oke petenis asal Serbia itu.
Setelah kemenangan di Monte Carlo, Djokovic kini diunggulkan untuk bisa jadi juara di Prancis Terbuka. Dia diprediksi akan bisa menumbangkan Nadal yang sembilan kali jadi juara dalam 10 penyelenggaraan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih jauh untuk menyamai Federer dengan 17 gelar Grand Slam atau Nadal yang mengoleksi 14 titel. Namun Djokovic diyakini akan bisa menyamai jumlah gelar Grand Slam milik Nadal dan Federer dalam waktu dekat.
"Saat ini itu murni cuma jumlah pertandingan. Nadal sudah memenangi 14 Grand Slam dan Federer sudah punya 17. Djokovic sudah menang delapan kali tapi dia tidak akan lama untuk mencapai 11, 12, 13 dan mungkin lebih. Saat dia mencapai itu, dipastikan dia akan menjadi salah satu yang terhebat yang pernah memainkan olahraga ini," sahut mantan petenis asal Inggris, Tim Henman.
Dari keberhasilan jadi juara di Monte Carlo, sukses menundukkan Nadal di semfinal dianggap jadi indikasi kuat kalau Djokovic akan bisa meraih sukses di Prancis Terbuka.
"Djokovic adalah mesin. Caranya memukul bola dari baseline, agresifnya dia saat bermain dan bagaimana dia hanya sedikit mencatatkan unforced errors. Pergerakannya dan betapa atletisnya dia - kemampuannya untuk membalikkan kondisi bertahan menjadi menyerang adalah yang terbaik yang pernah saya lihat," lanjut Henman di ESPN.
(din/mfi)











































