Candra Wijaya mempunyai pengalaman panjang di Piala Sudirman. Glasgow, Skotlandia menjadi kota yang paling diingat sebagai host ajang beregu campuran dua tahunan itu.
Candra sudah memperkuat tim nasional dalam Piala Sudirman di tahun 1997. Kala itu, dia berusia 22 tahun.
Indonesia gagal menyamai torehan 1989 sebagai juara di tahun itu. Indonesia hanya sampai di semifinal. Candra sedikit terhibur karena dia meraih juara dari sektor perorangan. Waktu itu, Piala Sudirman masih dihelat bersamaan dengan kejuaraan Dunia perorangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Candra mengusung harapan tinggi agar timnas bisa menjadi juara. Tapi, asa itu tak terkabul. Indonesia menjadi runner-up setelah digebuk China di final 0-3.
"Saya terus-terusan gagal mendapatkan Piala Sudirman, padahal saya bisa menang dalam pertandingan yang saya mainkan. Sampai sekarang rasanya masih gemas saja dengan fakta itu," kata Candra.
"Dari 1997 sampai 2007 main terus untuk Piala Sudirman itu bukan kesempatan yang pendek. Dari Glasgow kembali lagi ke Glasgow di tahun 2007. Saat itu saya sudah tak lagi di pelatnas sampai dipanggil untuk masuk timnas. Saya berharap besar bisa merasakan menjadi juara Piala Sudirman, tapi nyatanya belum juga.
"Harapan itu semoga terjawab kali ini. Meski saya tak bermain, mereka yang ada di timnas bisa membawa pulang trofi yang sudah terlalu lama tak kembali itu. Apalagi ada motivasi besar, untuk kado ulang tahun PBSI," jelas Candra yang pernah berpasangan dengan Toni Gunawan dan Sigit Budiarto itu.
(fem/a2s)











































