Indonesia harus bekerja ekstra keras untuk mengalahkan lawan-lawan di fase grup. Menghadapi Inggris yang relatif lebih lemah, Indonesia hanya menang tipis 3-2. Hasil serupa dibukukan saat menghadapi Denmark, padahal tim Eropa itu tak diperkuat para pemain top.
Menilik skor yang dibukukan torehan itu meleset dari prediksi. Indonesia setidaknya diminta untuk bisa menang 4-1 dalam dua laga yang sudah dilakoni itu. Membandingkan skuat Indonesia dengan Inggris dan Denmark, tunggal putra memang seolah 'dikorbankan'. Kali ini, PBSI menurunkan tiga pemain muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praveen Jordan/Debby Susanto yang dipasang saat Indonesia menghadapi Denmark juga gagal menyumbang poin. Jordan/Debby kalah dari Pieler Kolding Mads/Sara Thygesen 21-9, 17-21, 11-21. Permainan Jordan/Debby di gim ketiga jauh dari memuaskan.
Ya, ganda campuran memang menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk meraup poin di Piala Sudirman di samping ganda putra. Menilik perjalanan masih panjang sudah semestinya Liliyana dkk. meningkatkan daya juang dan lebih agresif.
(fem/krs)











































