Alan Budikusuma dan Susi Susanti sukses mengawinkan medali emas Olimpiade 1992 di Barcelona. Tapi, untuk urusan raihan trofi Piala Sudirman, Alan masih kalah.
Boleh saja Alan dan Susi Susanti bisa mengawinkan emas Olimpiade 1992 di Barcelona. "Tapi, soal Piala Sudirman saya kalah," kelakar Alan.
Ya, Alan adalah salah satu tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Prestasi puncak didapatkan ketika meraih emas Olimpiade. Kala itu, Susi yang kemudian menjadi istrinya meraihnya di sektor tunggal putri. Pasangan itupun dikenal sebagai pengantin Olimpiade hingga kini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi pada ajang beregu lainnya, Alan masih 'kalah'. Dia belum sekalipun merengkuh Piala Sudirman sedangkan Susi sudah pernah. Susi mendapatkannya pada edisi pertama, ketika dia masih berusia 18 tahun. Susi masih tampil dalam empat edisi Piala Sudriman berikutnya.
Alan, malah cuma tampil dalam tiga gelaran Piala Sudirman, dari 1993, 1995, sampai 1997, dengan tak satupun jadi juara. Alan dengan jemawa mengakui kekalahan itu.
"Sepertinya rezeki Indonesia di Piala Sudirman memang kurang he..he..he. Juara pas di pembuka setelah itu seolah Pak Dirman mendapatkan visa yang amat panjang ke negara lain sampai-sampai belum pulang lagi hingga saat ini. Siapa itu yang memberi visa begitu panjangnya," kelakar Alan.
"Waktu itu, di tahun 90-an pelaksanaan Piala Sudirman dibarengkan dengan Kejuaraan Dunia, jadi mainnya setengah hati. Memang kurang baik, harusnya dipisah sebab itu dua event yang berbeda dan terlalu berat bebannya bagi pemain. Di individu bergengsi, di beregunya, Piala Sudirman, itu ya sama gengsinya.
"Buat saya sama sekali enggak berkesan ya karena tidak pernah jadi juara hehehe.... Waktu itu padahal tunggal putra lumayan enak, karena kami bisa gantian, ada Haryanto Arbi atau Joko Supriyanto. Situasi itu beda kan dengan tunggal putri, seperti Susi yang harus terus bermain karena pemain di bawahnya jomplang. Tapi kok ya masih sulit untuk jadi juara," jelas dia.
Gemas belum bsia lagi menyaksikan Piala Sudirman kembali ke tanah air, Alan pun berpesan agar para pemain yang tengah tampil di Dongguan saat ini bisa tampil semaksimal mungkin.
"Ayok para pemain yang ada di Dongguan sekarang berjuanglah habis-habisan. Saya sih yakin Taiwan bisa diatasi. Meski habis itu berjumpa China yang lebih diunggulkan dengan susunan pemain lebih merata, jangan menyerah dengan mudah. Jangan kalah sebelum bertanding!" ucap mantan pebulutangkis asal Surabaya itu.
(fem/cas)











































