Greysia/Nitya, yang turun di partai keempat dalam kondisi Indonesia tertinggal 1-2 dari China, merebut game pertama atas Tang Yuanting/Yu Yang yang menjadi lawannya. Tetapi kemudian mereka kalah di dua game berikutnya.
"Di game kedua kami sebenarnya terus berusaha menyerang seperti game pertama. Tapi kondisi kalah angin membuat serangan kami susah tembus juga. Jadi kami buru-buru buat matiin lawan," kata Nitya dalam rilis pers Tim Humas Dan Social Media PP PBSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pasangan ini tercatat belum pernah berhadapan. Duet Tang dan Yu merupakan "pasangan dadakan" yang dipasang untuk mengatasi pasangan Indonesia.
"Kami belum pernah ketemu dengan pasangan ini. Semua kombinasi pemain ganda putri yang dibawa Tiongkok kami pernah ketemu, hanya pasangan Tang dan Yu ini yang belum kami hadapi. Mungkin ini bagian dari strategi mereka juga. Stok pemain ganda mereka juga banyak dan secara individu bagus-bagus. Peluru mereka terlalu banyak," jelas Greysia.
Di partai itu sendiri Greysia/Nitya mengaku tak tampil di bawah tekanan. Keduanya mengatakan terus bermain lepas dan mengerahkan semua kemampuan mereka.
"Dari awal main kami tidak pernah merasa tertekan karena dari kami meyakini berapa pun skor tim Indonesia, kami terus berusaha untuk menyumbangkan poin. Kami bermain enjoy dan tidak mau tertekan," tutur Nitya.
(krs/krs)











































