Pemerintah Diminta Lebih Serius Kembangkan Sekolah Olahraga

Piala Sudirman

Pemerintah Diminta Lebih Serius Kembangkan Sekolah Olahraga

- Sport
Minggu, 17 Mei 2015 12:38 WIB
Pemerintah Diminta Lebih Serius Kembangkan Sekolah Olahraga
dok. Humas PBSI
Jakarta - Indonesia masih gagal membawa pulang Piala Sudirman. Mantan pemain nasional Verawaty Fajrin menilai bukan semata-mata PBSI yang harus dievaluasi, tapi juga pemerintah.

Alih-alih meraih juara, Indonesia sudah gagal mencapai final setelah disingkirkan tuan rumah dan juara bertahan, China dengan skor 1-3 di semifinal. Kekuatan yang tidak merata menjadi penyebab utama hasil negatif pasukan 'Merah Putih' itu.

Ketidakseriusan dalam regenerasi pun disorot. Kegagalan itu bukan hanya buah dari kerja lamban regenerasi di PBSI, tapi juga pemerintah yang kurang mendukung penuh Sekolah Olahraga Ragunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulai saat ini PBSi harus lebih giat dalam memantau pemain muda. Kalau memang serius ingin membawa pulang Piala Sudirman, seharusnya juga serius membuat semua sektor mempunyai kekuatan merata. Seperti tahunya tinggal memasukkan adonan yang sudah jadi ke dalam oven," kata Verawaty yang dihubungi detikSport, Minggu (16/5/2015).

"Pemain-pemain oke dihasilkan dari klub. Sudah semestinya PBSI mengajak bicara klub. Beberapa lainnya dari Ragunan yang sekolah itu malah bisa mendapatkan bibit-bibit dari klub-klub kecil. Itu juga perlu pemantauan.

"Makanya, pemerintah juga harus serius mengembangkan sekolah olahraga (Ragunan)," ucap mantan pebulutangkis yang ikut mengangkat trofi Piala Sudirman di tahun 1989 itu.

Final Piala Sudirman kali ini mempertemukan China dan Jepang. Bagi China, final itu membuka kesmepatan untuk meraih gelar kesepuluh, sedankan Jepang bakal mencetak sejarah untuk pertama kalinya menjadi juara Piala Sudirman.

(fem/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads