PBSI Diminta Lebih Serius Kerek Prestasi Tunggal Putra dan Putri, serta Ganda Putri

PBSI Diminta Lebih Serius Kerek Prestasi Tunggal Putra dan Putri, serta Ganda Putri

- Sport
Minggu, 17 Mei 2015 18:11 WIB
PBSI Diminta Lebih Serius Kerek Prestasi Tunggal Putra dan Putri, serta Ganda Putri
dok. Humas PBSI
Jakarta -

Mantan pemain nasional Joko Supriyanto tak terkejut dengan terhentinya Indonesia di semifinal Piala Sudirman. Sebab, skuat yang dimiliki memang hanya ada di level empat besar.

Indonesia harus pulang sebelum final dimainkan. Hendra Setiawan dkk. dikalahkan China di babak empat besar dengan skor 1-3. China sendiri tampil sebagai juara untuk kali ke-10, setelah di final hari ini mengalahkan Jepang 3-0.

Laju pasukan 'Merah Putih' sudah diprediksi sejak awal. Siapapun lawan yang dihadapi di semifinal Indonesia bakal kesulitan menembus partai puncak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tak kaget dengan hasil Indonesia terhenti di semifinal. Sebagus-bagsunya sampai final. Ya antara dua itu. Skuat yang dimiliki memang hanya cukup untuk bertarung di semifinal," kata Joko yang dihubungi detikSport, Minggu (17/5/2015).

"Kalau melihat kekuatan tim sendiri, kita 'kan memang tak merata. Kita punya kelemahan di tiga sektor, tunggal putra, tunggal putri, ganda putri. Kita baru punya dua kesempatan curi poin di ganda putra dan ganda campuran. Sayangnya kemarin sebelum ganda campuran dimainkan kita sudah tertinggal dan tak mungkin menyusul, tersingkir.

"Memang cukup berat kalau cuma mengandalkan dua nomor setelah di semifinal. Tidak cukup hanya mempunyai ganda putra dan campuran yang kuat. Lawan tim manapun akan sangat riskan. Kita malah sudah dibuat kesusahan sejak lawan Taiwan. Akan lebih berat jika berjumpa Jepang, Korea, dan China," ucap juara dunia tunggal putra 1993 itu.

Joko pun berpesan agar PBSI tancap gas memoles tiga sektor itu. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu mengusulkan agar PBSI Menambah kuota pemain dan menggodok pemain lebih muda di pelatnas.
Β 
"PR buat PBSI untuk bisa membenahi sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri. Mudah-mudahan saja PBSI lebih serius lagi mempersiapkan tiga sektor itu. Mudah-mudahan saja dalam waktu dua tahun ke depan kita bisa lah untuk membawa pulang Piala Sudirman," harap dia.

"Usulan saya sebaiknya PBSI mulai membuat pelatnas pratama dengan usia yang memang masih benar-benar muda, 15 tahun. Jangan sekadar magang satu, dua bulan di pelatnas kemudian dipulangkan. Tidak seperti itu.

"Maka konsekuensinya perlu ditambah kuota di pelatnas. Yang ngisi ya para pemain-pemain muda usia itu," jelas Joko.

(fem/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads