Senangnya Carolina Marin Kembali ke Pelatnas Cipayung

Senangnya Carolina Marin Kembali ke Pelatnas Cipayung

Meylan Fredy Ismawan - Sport
Kamis, 21 Mei 2015 16:46 WIB
Senangnya Carolina Marin Kembali ke Pelatnas Cipayung
AFP/BEN STANSALL
Jakarta - Carolina Marin pernah berlatih di Pelatnas Cipayung sebelum namanya melejit sebagai salah satu pebulutangkis putri papan atas. Setelah jadi juara dunia, Marin mengaku senang bisa kembali ke Cipayung.

Marin saat ini tengah berlatih di Pelatnas Cipayung sebagai persiapannya sebelum tampil di Australia Open Super Series 2015 dan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015. Pemain Spanyol kelahiran 15 Juni 1993 itu berlatih selama lima hari hingga Jumat (22/5/2015) besok.

Marin berlatih bersama para pemain pelatnas seperti Linda Wenifanetri, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska, dan sebagainya. Sama seperti atlet pelatnas, Marin juga berlatih dua sesi dalam sehari yaitu pagi dan sore hari. Selain latihan bersama, dia juga menjalani program latihan khusus bersama pelatihnya, Fernando Rivas.

"Ini adalah kedua kalinya saya berlatih di Pelatnas Cipayung. Tahun 2013 saya juga pernah latihan di sini," ujar Marin kepada badmintonindonesia.org.

"Saya senang latihan bersama di sini karena fasilitas latihannya cukup bagus. Lagipula di Spanyol saya tidak punya banyak sparring partner putri, lebih sering latihan dengan pemain putra, dan itu rasanya berbeda," tuturnya.

"Latihan lagi di Cipayung rasanya seperti reuni buat saya karena saya punya banyak teman di Indonesia. Pokoknya saya suka di Jakarta, kecuali macetnya, tidak tahan!" kata pemain yang akrab disapa Caro itu.

Marin berharap dengan kehadirannya di Pelatnas Cipayung, dia dapat berbagi pengalaman dengan pemain-pemain Indonesia.

"Selama latihan di Cipayung, saya berlatih bersama pemain-pemain Indonesia. Mereka juga melihat bagaimana saya latihan dengan pelatih saya. Semoga ini dapat memberi semangat kepada pemain-pemain muda," kata pemain peringkat tiga dunia itu.

Β 



Nama Marin melejit setelah dia menorehkan prestasi gemilang dalam beberapa waktu terakhir. Dia menjadi juara dunia pada tahun lalu ketika usianya baru 21 tahun dan merupakan pemain termuda Eropa yang jadi juara dunia.

Tak berhenti sampai di situ saja, Marin mendobrak dominasi pemain-pemain China dengan merebut titel bergengsi All England 2015 dan Malaysia Open Super Series Premier 2015.

Deretan prestasi Marin itu tentu mengangkat nama Spanyol yang sebelumnya tak pernah terdengar di dunia perbulutangkisan. Pemain kelahiran Huelva itu tampaknya telah membuka mata Spanyol bahwa bulutangkis juga dapat mengharumkan nama bangsa. Hal inilah yang kemudian membuat bulutangkis kian populer di Spanyol. Saat menjadi juara dunia, Marin bahkan diundang oleh Kerajaan Spanyol dan dia mendapat ucapan selamat langsung dari Ratu Spanyol.

"Setelah saya berhasil menjadi juara dunia, jadi banyak para orangtua yang mengarahkan anak-anak mereka untuk menekuni bulutangkis. Kesuksesan saya menjadi contoh bahwa Spanyol juga bisa menjadi juara dunia," kata Marin.

(Meylan Fredy Ismawan/Okdwitya Karina Sari)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads