Prancis Terbuka bakal bergulir 24 Mei. Sharapova mempunyai modal oke menyambut turnamen itu. Dia menjadi unggulan kedua. Setidaknya dia bakal terpisah dengan musuh bebuyutan yang jadi unggulan pertama, Serena Williams (Amerika Serikat) di babak-babak awal.
Sharapova juga bakal tampil sebagai juara bertahan dalam turnamen berhadiah total 28 juta euro atau setara dengan Rp 403 miliar tersebut. Kalau dirunut, titel itu jadi gelar juara kedua dalam tiga tahun berlakangan. Sebuah perkembangan positif dalam karier Sharapova di turnamen tenis tanah liat. Sebelum tahun 2011, Sharapova selalu mentok sebagai semifinalis.
Selain itu, grafik penampilan Sharapova dalam rangkaian turnamen pemanasan juga menanjak. Tersingkir di babak kedua Stuttgart setelah dikalahkan petenis Jerman Angelique Kerber, Sharapova kemudian memperbaikinya pada Madrid Terbuka dengan menjadi semifinalis. Sharapova dihentikan kompatriot, Svetlana Kuznetsova.
Penampilan dia makin oke dalam trunamen berikutnya, di Roma Terbuka. Sharapova menjadi juara dengan mengalahkan petenis Spanyol Carla Suarez Navarro.
Β
"Lima atau enam tahun lalu aku takut untuk menyongsong musim turnamen-turnamen tenis tanah liat. Tapi, sekarang aku selalu senang menyambutnya," kata Sharapova seperti dikutip Eurosport.
"Secara fisik aku merasa terus membaik. Aku mempunyai persiapan yang cukup untuk menghadapinya.
"Penampilanku cukup meningkat di turamen tanah liat, tak ada rahasia apapun. Tak ada kerja kebut semalam untuk sukses. Hanya kerja keras, baik mental maupun fisik, untuk mencapainya," ucap dia.
(Femidiah/Doni Wahyudi)











































