Prancis Terbuka, Titel Kesepuluh atau Akhir Era Nadal

Prancis Terbuka, Titel Kesepuluh atau Akhir Era Nadal

Femidiah - Sport
Jumat, 22 Mei 2015 17:50 WIB
Prancis Terbuka, Titel Kesepuluh atau Akhir Era Nadal
MIGUEL MEDINA/AFP/Getty Images
Paris - Mengoleksi sembilan titel juara, Rafael Nadal masih menjadi raja Prancis Terbuka. Akhir pekan ini, ajang yang juga dikenal sebagai Roland Garros akan jadi kesempatan Nadal untuk meraih titel kesepuluh atau malah jadi bukti dominasinya sudah habis.

Nadal memang digdaya di lapangan tanah liat. Petenis Spanyol itu menjadi sembilan kali juara dengan lima di antaranya diraih secara beruntun lima tahun terakhir. Tercatat dia membuat 66 kemenangan dari 67 partai yang dilakoni.

Adalah Roger Federer yang mampu mencuri titel juara di tengah dominasi dia. Yakni di tahun 2009. Kala itu, Nadal disingkirkan Robin Soderling di babak keempat. Federer mendapatkan titel juara setelah menumbangkan Soderling di partai final.

Nah, grand slam Roland Garros akan kembali bergulir 24 Mei. Nadal yang menjadi unggulan ketujuh berpeluang untuk meraih titel kesepuluh.

Tapi, menilik penampilan Nadal belakangan ini misi itu bakal sulit. Ya, sepanjang tahun ini sinar Nadal meredup akibat cedera yang terus membekapnya. Sementara itu, dua petenis lain, Novak Djokovic dan Andy Murray, makin cemerlang.

Nadal tak menunjukkan hasil oke di turnamen-turnamen pemanasan menjelang Prancis Terbuka. Dari delapan turnamen yang diikuti, petenis 28 tahun itu hanya satu kali menjadi juara. Dia juga mencatatkan diri untuk pertama kalinya gagal menjadi juara di turnamen lapangan tenis Eropa menjelang Roland Garros. Seolah Nadal sudah sulit beradaptasi dengan habitatnya sendiri.

"Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Nadal tak menjadi favorit juara di Roland Garros. Nadal tampil kurang oke sepanjang tahun ini, baik secara fisik ataupun mental. Hal itu belum pernah kita lihat sebelumnya. Aku rasa itu menjadi sinyal positif buat petenis-petenis lain. Saat ini yang menjadi favorit adalah Novak Djokovic," kata petenis legendaris Amerika Serikat Jim Courier seperti dikutip Reuters.

Tapi, Courier mengingatkan jika Nadal tetaplah petenis kenyang pengalaman yang sulit dikalahkan dalam Roland Garros dia.

"Di Prancis Terbuka, Nadal tidak akan serapuh saat tampil di turnamen lainnya. Prancis Terbuka menggunakan format lima set sehingga Nadal memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dan mengatasi masalah yang ada," kata pria 44 tahun itu.

Pelatih Nadal, Toni, pun pernah menyatakan jika Nadal sedang punya masalah besar. Itu sebagai imbas dia sudah terlalu lama tak menjadi juara turnamen mayor.

"Apa yang biasanya jadi kekuatan Rafael tak lagi terlihat pada beberapa turnamen terakhir. Padahal itulah resep sukses dia untuk mengatasi momen-momen genting saat bertanding. Sekarang justru jadi kelemahannya. Kami sedang bekerja keras untuk mengembalikannya," ucap Toni.

Nadal menjadi unggulan keenam dalam ajang itu. Semestinya Nadal menjadi urutan ketujuh, tapi kemudian Milos Raonic mundur karena masih dibekap cedera.

Menarik untuk mengikuti laju Nadal di turnamen kali ini.

(Femidiah/Okdwitya Karina Sari)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads