Dengan level bintang lima, BIO 2015 akan diikuti oleh para pemain terbaik dunia. Ada aturan, pemain yng masuk peringkat 10 besar dilarang absen. Kalaupun terpaksa mundur, denda dan pengurangan poin menjadi konsekuensi.
Persaingan diyakini makin sengit karena ajang yang akan bergulir mulai 2-7 Juni di Istana Olahraga (Istora), Senayan, Jakarta, tersebut juga menjadi salah satu ajang perebutan poin Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Indonesia meloloskan tak cuma pemain level atas, tapi juga para pemain lapis kedua. Sebut saja tiga pemain tunggal putra, Jonatan Christie, Firman Abdul Kholik, dan Ihsan Maulana Mustofa. Juga ganda putra Kevin Sanjaya/Markus Gideon Fernaldy.
"Di sini mereka memanfaatkan pengalaman karena sesungguhnya mereka akan dibangun dua atau tiga tahun ke depan. Sebab, mereka dibutuhkan untuk Olimpiade 2020," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin (1/6/2015).
Para pemain muda memahami tugas yang dibebankan oleh PBSI tersebut. Mereka bertekad tampil maksimal.
"Persiapan sudah cukup baik sejauh ini. Dari Piala Sudirman ke Indonesia Open ini waktu amat pendek. Jadi hanya bisa meningkatkan nonteknis. Sudah tak mungkin untuk meningkatkan teknis," kata Kevin.
"Saya sadar menjadi tumpuan PBSI di masa depan. Kalau memang satu tahun saya bisa menyodok ke atas, kenapa harus dua atau tiga tahun? Setiap tampil 'kan memang targetnya juara. Makanya harus tampil maksimal setiap di turnamen," ucap dia.
(Femidiah/Andi Abdullah Sururi)











































