Sejumlah pecinta bulutangkis harus kecewa karena tak kebagian tiket di hari pertama penyelenggaraan BIO 2015, Selasa (2/6/2015). Mereka pun terpaksa menonton pertandingan idola-idola kesayangannya bertanding di dari layar besar yang disediakan panitia di area Istora Senayan, Jakarta.
"Ya mau bagaimana lagi. Ini terpaksa tiket enggak kebagian juga, jadi ya nonton di layar lebar ini," kata Sinta, 20 tahun, kepada detikSport.
Sinta mungkin hanya satu dari sekian banyak penonton yang tidak kebagian tiket hari ini. Hari libur yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak ini sebagian besar memang dimanfaatkan para pecinta bulutangkis untuk menonton secara langsung di Istora.
Siang sedikit Anda datang, sudah hampir tidak mungkin kebagian tiket. Sebab, khusus di ticket box panitia hanya menyebar 1000 tiket dengan tiga pilihan kategori, yakni kelas 1 Rp 20 ribu, kelas 2 seharga Rp 10 ribu, dan VIP dihargai Rp 35 ribu.
βSementara untuk online, khusus hari ini panitia hanya menyebar 1200 tiket. Dan biasanya penonton yang sudah membeli online di blibli.com hanya cukup bawa bukti dan KTP untuk dapat ditukarkan di tiket penjualan khusus online.
Beruntung, panitia sudah menyiapkan layar berukuran sangat besar sehingga penonton selain bisa menikmati hiburan di luar pertandingan, juga bisa menyaksikan idola mereka dari luar meski harus melawan teriknya matahari siang ini.
"Tujuan memakai layar itu memang buat menambah fasilitas di area Istora. Dan giant screen-nya cuma satu," ujar Deputi Turnamen BCA Indonesia Open, Mimi Irawan.

Ada dua layar yang disiapkan panitia. βLayar paling besar terletak di dekat pintu masuk Istora. Sementara satu screen lainnya berukuran lebih kecil letaknya di dinding booth Djarum Foundation.
"Tidak apa-apa kepanasan sebentar lagi juga sudah mulai sore. Nanti pasti lebih adem," timpal Kurnia, 25 tahun.
Pemandangan tak jauh berbeda juga ditampilkan βpengunjung lainnya. Bedanya, mereka memanfaatkan televisi-televisi yang ada di area media center.
Meski ukuran televisi yang digunakan kecil tapi penonton tidak perlu panas-panasan di luar dan lebih sedikit yang memanfaatkan arena ini.
(Mercy Raya/Novitasari Dewi Salusi)











































