Marin harus angkat koper di babak pertama BCA Indonesia Open 2015 setelah dikalahkan pemain Jepang, Yui Hashimoto, dengan skor 21-10, 15-21, 17-21 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2015). Padahal, dia baru saja menjadi juara di Australia Terbuka Super Series yang bergulir pada pekan lalu.
Hasil negatif di Jakarta ini menjadi bekal kurang oke bagi Marin menjelang Kejuaraan Dunia, bulan Agustus mendatang. Di ajang yang juga akan digelar di Istora Senayan itu, Marin menyandang status juara bertahan tunggal putri.
"Salah satu misiku saat ini adalah bisa mempertahankan gelar juara dunia. Aku tahu itu bakal sangat sulit," kata Marin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2015).
"Aku akan kembali ke Spanyol setelah ini dan akan menganalisis apa yang terjadi hari ini. Kemudian berlatih dan menyiapkan diri ke kejuaraan dunia. Sangat sulit untuk tampil di Istora," ujarnya.
Padahal, Jakarta bukanlah kota yang benar-benar asing bagi Marin. Sebab, dia sempat 'magang' di pelatnas Cipayung sebelum menjadi menjadi pemain top. Pebulutangkis 21 tahun itu kembali berlatih di pelatnas Cipayung sebelum tampil di Australia Terbuka.
(fem/mfi)











































