Untuk Murray, lapangan tanah liat Roland Garros sejauh ini masih menjadi ajang grand slam yang paling tidak favorit buatnya. Jika di Australia Terbuka ia sudah empat kali jadi finalis, dan punya masing-masing satu titel di Wimbledon dan AS Terbuka, capaian terbaik petenis Inggris Raya itu di Prancis Terbuka adalah tiga kali menembus semifinal--termasuk tahun ini.
Keberhasilan Murray menembus babak empat besar tersebut dicapainya setelah menyisihkan pemain Spanyol David Ferrer dengan 7-6, 6-2, 5-7, dan 6-1. Murray berikutnya akan berhadapan dengan Djokovic yang telah menggulingkan petenis tersukses di Prancis Terbuka, Rafael Nadal, dengan straight set 7-5, 6-3, dan 6-1.
Kini keduanya akan berhadapan untuk memperebutkan tiket partai puncak, dengan Murray berusaha mencapai final pertama di Prancis Terbuka dan Djokovic berusaha menjaga asa untuk meraih titel pertamanya di grand slam tersebut, dalam sebuah pertandingan yang diprediksi bisa mencapai suhu lapangan lebih dari dari 32 derajat Celcius.
"Aku harus menerima bahwa untuk memenangi pertandingan tidak bakal mulus begitu saja. Kecil kemungkinan aku akan merasa nyaman secara fisik. Jika suhunya naik sampai ke angka tersebut tentu saja akan jadi lebih menantang secara fisik dan mengubah permainan di atas lapangan. Akan sulit sehingga aku harus mempersiapkan mental sebelum masuk lapangan," kata Murray seperti dikutip Express.co.uk.
"Tapi aku pikir sebenarnya aku sudah melakukan itu dalam empat sampai lima pekan terakhir. Maksudku, bukan cuma untuk 48 jam ke depan. Aku merasa bahwa untuk berada dalam posisi untuk meraih kemenangan atas pemain-pemain terbaik dunia, (persiapannya) bukan cuma sebelum pertandingan melainkan apa yang Anda lakukan secara kesuluruhan untuk mempersiapkan diri."
"Aku akan terus melakukan apa yang biasa aku lakukan: menjalani latihan esok hari (Kamis ini), memulihkan kondisi, dan seperti yang sudah aku katakan, merancang sebuah rencana permainan yang jitu," tuturnya.
(krs/roz)










































