Edi/Gloria takluk dua game langsung pada pertandingan babak kedua di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2015). Mereka dikalahkan Zhang/Zhao dengan skor 12-21 dan 16-21.
"Tadi pelatih bilang ke kami untuk mancing mereka main drive, kasih bola-bola panjang dulu, karena menurut pelatih, saya lebih unggul di sana. Tapi pas di lapangan, saat bola-bola separuh, saya kira bolanya di atas ternyata di bawah, jadi sering nggak masuk, dan sering nyangkut. Ada hal-hal yang di luar prediksi, dan ini yang belum bisa saya antisipasi," jelas Edi seusai pertandingan.
"Saat saya tes lapangan saya menang angin, tapi pas main ternyata saya kalah angin. Jadi rencana awal kayak agak buyar saja di lapangan," imbuhnya.
Setelah kalah di game pertama, Edi/Gloria bisa menyamai perolehan poin Zhang/Zhao di game kedua. Mereka bahkan sempat memimpin 14-11. Sayangnya, mereka tak bisa mempertahankan keunggulan tersebut.
"Di game kedua kami sempat memimpin, tapi pas di poin-poin berikutnya saya malah sempat blank nggak tahu mau ngapain. Mungkin masih kalah pengalaman juga. Tapi seenggaknya kami tahu kalau kemampuan kami nggak beda jauh. Kami masih bisa matiin mereka, sempat unggul walaupun akhirnya disalip. Kedepannya kami harus lebih fokus di servis, terima servis, pukulan satu dua tiga empat. Mereka di lapangan tadi lebih safe di sananya," kata Edi lagi.
"Kunci pemain-pemain sepuluh besar dunia itu seperti itu. Mereka mulai dari servis, pembukaan, dan pukulan pertama harus bisa ambil di situ. Kami mengambil pelajaran di situ supaya ke depannya bisa lebih baik lagi," tambahnya.
(mfi/raw)











































