Zwiebler sempat menyelesaikan gim pertama. Dia juga masih sanggup melanjutkan di gim kedua, ketika dirinya sedang tertinggal 17-21, 5-11 dari Jan O Jorgensen.
Namun, setelahnya Zwiebler merasa sudah tak sanggup lagi menahan rasa sakit. Dia khawatir ada imbas lebih buruk yang bisa ditimbulkan jika dia meneruskan pertandingan.
"Saya makan di hotel dan ada sesuatu yang tidak beres. Saya harus bolak-balik ke kamar mandi di hotel. Sebelum bertanding saya malah demam."
"Saya menyempatkan diri cek ke dokter, ternyata suhu badan saya sampai 39 derajat celcius," kata Zwiebler.
"Gim pertama berjalan oke, tapi di gim kedua saya merasa langkah saya sudah tak oke lagi. Dengan kondisi itu, risiko cedera tinggi. Badan saya jadi lemas dan sedikit pusing. Saya sampai merasa kosong setelah semuanya selesai," ucap dia.
Dengan mundurnya Zwiebler, Jorgensen pun melaju ke babak final. Artinya, dia berpeluang untuk mengulang sukses jadi juara Indonesia Open. Di partai puncak dia akan menghadapi Kento Momota (Jepang) yang melaju ke final dengan mengalahkan Kashyap Parupalli (India).
(fem/roz)











































