Bukan Akhir, Kekalahan di Final Justru Jadi Awal untuk Safarova

Bukan Akhir, Kekalahan di Final Justru Jadi Awal untuk Safarova

Doni Wahyudi - Sport
Minggu, 07 Jun 2015 08:49 WIB
Bukan Akhir, Kekalahan di Final Justru Jadi Awal untuk Safarova
Julian Finney/Getty Images
Paris - Lucie Safarova memberikan perlawanan sengit meski akhirnya kalah di final Prancis Terbuka 2015 oleh Serena Williams. Tampil impresif di sepanjang turnamen, dia menilai kekalahan di final adalah awal untuk hasil yang lebih oke di masa depan.

Butuh 40 turnamen Grand Slam buat Safarova untuk menembus babak final pertamanya. Sebelumnya, sepanjang 11 tahun karier profesional, capaian terbaik dia adalah menjadi semifinalis Wimbledon 2014.

Di Prancis Terbuka 2015 ini, putri Republik Ceko berusia 28 tahun itu sejatinya tampil sangat baik. Sampai akhirnya kalah di final, Safarova tidak pernah kehilangan satu set pun. Dia di antaranya mengalahkan juara dua kali Maria Sharapova serta menundukkan Ana Ivanovic di semifinal.

"Saya berharap saya bisa melanjutkannya di turnamen-turnamen berikutnya, dan saya akan melakukan yang terbaik untuk bisa memainkan permainan terbaik yang saya tunjukkan di sini. Saya harap ini adalah awal," ungkap Safarova usai pertandingan.

Pada duel di final, Safarova juga memberikan penampilan yang sangat baik. Setelah sepertinya akan kalah dua set langsung dalam waktu singkat, dia berhasil membalikkan keadaan dan bahkan memimpin di set ketiga. Safarova pada akhirnya kalah 3-6, 7-6 (7-2), dan 2-6.

"Saya bangga saya bisa melakukan perlawanan balik di set kedua karena itu sepertinya akan menjadi pertandingan mudah. Serena sangat kuat di sana. Saya hanya berupaya untuk meningkatkan level saya."

"Tapi ketika dia memenangi servis dalam posisi 2-1 dia menunjukkan permainannya lagi. Dia mengeluarkan pukulan-pukulan bagus untuk mem-break saya dan mulai bermain dengan sangat tannguh. Dia bermain lebih baik dari saya," tuntasnya seperti dikutip di Reuters.

(din/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads