Hashimoto merupakan salah satu pemain Jepang yang tidak masuk unggulan sama sekali. Namun prestasinya saat pada BIO 2015 tidak bisa dianggap sebelah mata.
Dalam perjalanannya menuju final, Hashimoto menumbangkan sejumlah pemain unggulan. Dia mengalahkan juara dunia 2014 Carolina Marin (unggulan ketiga) di babak pertama dan Wang Yihan (unggulan kedelapan) di semifinal.
Tak hanya itu, ia juga menjadi salah satu dari dua pemain Jepang yang lolos ke babak final BIO 2015. Satu lagi adalah Kento Momota yang tampil di final nomor tunggal putra.
Pada akhirnya, Hashimoto takluk di babak final, Minggu (7/6/2015), dari Intanon. Dia kalah dua gim langsung 11-21, 10-21.
"Ini super series pertama saya karena lolos sampai babak final, biasanya saya selalu sampai pada babak semifinal," kata Hashimoto usai bertanding.
"Kelalahan hari ini mungkin karena semalam saya harus melewati laga yang berat sehingga cukup lelah. Makanya ketika tadi menghadapi lawan kaki sedikit sakit jadi sulit untuk bergerak bebas. Walau begitu saya sampai final saja sudah bagus dan menjadi pelajaran untuk saya untuk Super Series selanjutnya," lanjutnya.
"Mengalahkan Marin dan Wang Yihan tentu menjadi sebuah prestasi yang bagus. Saya sangat senang sekali dan benar-benar bertekad bisa menang di kompetisi selanjutnya karena hasil ini menjadi modal kepercayaan diri saya ke depan," katanya.
Menyoal kesan-kesannya selama bertanding di Istora, Hashimoto mengaku antusias melihat suporter-suporter Indonesia. Meski pada akhirnya ia harus mengakui sangat tidak enak bagi yang tidak didukung suporter.
"Suporter Indonesia itu sangat banyak, luar biasa heboh, tapi bagi yang tidak didukung tentu rasanya tidak enak ha...ha...ha. Tapi sekali lagi suporter Indonesia tetap luar biasa," pungkasnya.
(mcy/nds)











































