Zhang Nan benar-benar menjadikan Istora angker bagi tuan rumah pada BCA Indonesia Open 2015. Upaya dua wakil Indonesia yang diharapkan bisa menyumbangkan titel juara, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, digagalkan Zhang Nan.
Zhang Nan yang bersama Zhao Yunlei menghentikan Tontowi/Liliyana di semifinal di nomor ganda campuran. Itu bukan kekalahan pertama, tapi sudah lima kali beruntun yang dipetik Tontowi/Liliyana.
Ahsan/Hendra juga tak berdaya menghadapi Zhang Nan dengan Fu Haifeng di ganda putra. Padahal, ketika Fu Haifeng masih berpasangan dengan Chai Yun, Ahsan/Hendra nyaris selalu dominan.
Ricky Soebagdja tak menampik situasi tersebut. Maka, PBSI pun akan berusaha mati-matian untuk menemukan resep 'mematikan' Zhang Nan sebelum Kejuaran Dunia 10-16 Juni di Jakarta bergulir.
"Saat ini Owi/Butet sudah bisa menunjukkan permainan yang jauh lebih baik saat menghadapi Zhang Nan/Zhao Yunlei. Di pertandingan itu kesempatan untuk menang juga terbuka. Secara penampilan di beberapa turnamen belakangan ini sudah lebih baik," kata Ricky Soebagdja, manajer tim Indonesia pada BIO 2015.
"Ahsan/Hendra memang masih kesulitan. Ini harus dicari penyebabnya dan solusi secepatnya," ucap Ricky.
(fem/raw)










































