Djokovic takluk dari Stanislas Wawrinka di babak final, Minggu (7/6/2015). Dalam pertandingan di lapangan Philippe Chatrier itu, Djokovic yang merebut set pertama lebih dulu akhirnya kalah dalam pertandingan empat set 6-4, 4-6, 3-6, 4-6.
"Anda melewati emosi. Tentu saya lebih grogi daripada di pertandingan lainnya. Ini final Roland Garros," ujar Djokovic seperti dikutip situs resmi ATP.
"Kami berdua sadar pentingnya pertandingan ini, dan itulah mengapa Anda cenderung menghadapi situasi seperti ini. Tapi paling tidak saya bangga dengan perjuangan yang saya berikan di pertandingan ini. Saya mencoba yang terbaik. Itu tidak terjadi."
"Ini adalah olahraga. Itulah yang terjadi di level ini. Anda harus menerima kekalahan," lanjut petenis nomor satu dunia itu.
Harapan Djokovic untuk melengkapi gelar Grand Slam pun kembali kandas. Prancis Terbuka masih menjadi satu-satunya Grand Slam yang belum pernah dimenangi oleh petenis Serbia itu.
Tahun ini adalah final ketiga Djokovic di Prancis Terbuka. Di dua kesempatan sebelumnya, tahun 2012 dan 2014, Djokovic takluk di tangan 'raja' Roland Garros, Rafael Nadal.
Tak sedikit yang mengunggulkan Djokovic untuk menjadi juara di tahun ini. Apalagi dia menuju final dengan mengandaskan Nadal di perempatfinal, menghentikan Andy Murray yang sedang oke di lapangan tanah liat, dan sedang dalam laju 28 kemenangan beruntun.
Djokovic tak menampik kalau dirinya merasakan tekanan untuk meraih titel Prancis Terbuka pertamanya. Tapi petenis 28 tahun itu tetap mengakui kalau Wawrinka tampil lebih baik ketimbang dirinya.
"Setiap pemain yang ada di sini, khususnya pemain top, ingin memenangi trofi ini seperti saya. Saya pikir itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilupakan. Saya sekarang tidak mencoba untuk melepaskan tekanan untuk diri saya sendiri. Tekanan adalah bagian dari apa yang saya lakukan. Saya terbiasa dengan itu. Saya sudah punya banyak pertandingan sulit dalam hidup saya," lanjut Djokovic.
"Hari ini saya masuk ke lapangan tau bahwa saya dekat, tapi di seberang net saya juga punya pemain yang ingin menang. Dia bermain sangat baik. Dia pantas menang. Itulah yang bisa saya katakan."
"Tentu final Grand Slam --dan Grand Slam yang belum pernah saya menangi-- memberi perasaan spesial pada pendekatan saya terhadap pertandingan. Tapi saya pikir saya memulai dengan baik. Begitu saya bertanding, mengatasi tekanan bukanlan isu besar," katanya.
Saat penyerahan trofi, Djokovic mendapat standing ovation dari penonton yang hadir di Chatrier. Dia pun sempat tak kuasa menahan air mata di atas podium.
"Saya menghormati apresiasi yang mereka tunjukkan kepada saya. Situasinya kurang lebih seperti tahun lalu di upacara penutupan. Ini adalah sesuatu yang memberi saya motivasi lebih untuk kembali dan terus mencoba," ucapnya.
Djokovic akan melanjutkan perburuan titelnya di Wimbledon. Djokovic adalah juara bertahan di satu-satunya Grand Slam lapangan rumput itu.
(nds/rin)











































