Djokovic Dibayangi Kegagalan Sampras, Becker, dan Edberg di Roland Garros

Prancis Terbuka

Djokovic Dibayangi Kegagalan Sampras, Becker, dan Edberg di Roland Garros

Okdwitya Karina Sari - Sport
Senin, 08 Jun 2015 14:20 WIB
Djokovic Dibayangi Kegagalan Sampras, Becker, dan Edberg di Roland Garros
Gonzalo Fuentes/Reuters
Jakarta - Sepanjang musim tampil oke di tanah liat, Novak Djokovic tetap belum sanggup menaklukkan Roland Garros. Akankah Djokovic mengikuti jejak Pete Sampras, Stefan Edberg, dan sang pelatih Boris Becker?

Djokovic, petenis nomor satu dunia dan unggulan teratas, semalam dikalahkan unggulan delapan Stanislas Wawrinka 6-4, 4-6, 3-6, 4-6 di partai puncak. Ini adalah final ketiga Djokovic dalam empat tahun terakhir di Prancis Terbuka. Dua final sebelumnya pada 2012 dan 2014, petenis Serbia itu selalu kandas dari 'sang raja' Rafael Nadal.

Padahal, pada tahun ini bisa dibilang semua faktor mendukung Djokovic. Dibarengi dengan penampilannya yang menawan sejak awal musim, Nadal yang jadi rival terberatnya pun sedang mengalami penurunan performa drastis. Saling berhadapan di perempatfinal, Djokovic melibas Nadal, juara sembilan kali, dengan meyakinkan 7-5, 6-3, 6-1.

Walhasil, ambisi melengkapi titel Grand Slamnya pun mesti ditunda. Dari delapan titel Grand Slam yang sudah diraih, hanya trofi Prancis Terbuka yang kurang. Sepanjang kariernya, petenis 28 tahun ini sudah juara Australia Terbuka lima kali, dua kali Wimbledon, dan sekali di AS Terbuka.

Pada 2016, Djokovic yang akan berusia 29 tahun, akan kembali ke Roland Garros untuk ke-12 kalinya. Namun, statistik dan sejarah mengancam Djokovic.

Sampras, yang berhasil memenangi 14 titel Grand Slam (7 Wimbledon, 5 AS Terbuka, dan 2 Australia Terbuka) belum pernah sekalipun menjadi kampiun di Roland Garros dalam 13 percobaannya. Torehan terbaik legenda tenis Amerika itu hanyalah semifinal 1996 dan penampilan terakhir dia di turnamen itu adalah ketika berusia 30 tahun kala kandas di babak pertama pada 2002.

Edberg adalah mantan petenis pengoleksi enam titel Grand Slam, yang masing-masing meraihnya dua kali di Australia, Wimbledon, dan AS Terbuka. Namun demikian, laju terbaiknya di Paris hanyalah sekali final pada 1989 di mana pria Swedia itu dikalahkan Michael Chang.

Sementara itu, Becker, sudah sembilan kali mencoba peruntungannya di Prancis Terbuka. Akan tetapi, pria Jerman itu mentok di semifinal yang dicapainya pada 1987, 1989, 1991. Sepanjang karier Becker sudah memperoleh enam Grand Slam; dua di Australia, tiga di Wimbledon, dan sekali di Amerika. Demikian diwartakan AFP.




(rin/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads