Pada laga perempatfinal yang dihelat di Singapore Indoor Stadium, Minggu (14/6) sore WIB, Hanna melaju usai menang rubber game 21-15, 11-21, dan 21-14 atas Xiaoyu.
Baik Hanna maupun Xiaoyu tampaknya terus berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang berangin. Di game pertama, Hanna mampu mengontrol lapangan dengan baik. Namun Xiaoyu unggul dari Hanna di game kedua dan game penentuan pun harus dimainkan.
Pada game ketiga, Hanna sempat ketinggalan 6-9. Perlahan tapi pasti, Hanna mengumpulkan satu demi satu poin. Hanna sampai jatuh bangun mengambil dropshot yang diberikan oleh Xiaoyu di pojok-pojok lapangan. Usaha dan kegigihan Hanna membuahkan hasil, keunggulannya balik menekan Xiaoyu yang dielu-elukan suporter tuan rumah.
"Di awal game pertama dan kedua, kami sama-sama belum bisa mengatasi kondisi angin di lapangan yang parah sekali. Di game ketiga saat saya mendapat lapangan yang cukup enak, poinnya malah mepet. Saya berpikir, kalau pindah lapangan bagaimana ini?" kata Hanna dalam rilis PBSI yang diterima detikSport.
"Namun saat itu saya berpikir, mau kalah atau menang melawan diri sendiri? Lalu saya maksa saja, Alhamdulillah bisa. Saya banyak bermain menyerang di akhir permainan, saya tidak mau terserang duluan, dan lawan jadi tidak siap dengan perubahan permainan saya," sambung Hanna.
"Main di kandang lawan, saya awalnya sempat grogi. Tapi lama-lama saya bisa mengatasi."
Pada laga semifinal, Hanna akan berhadapan dengan pebulutangkis Malaysia, Goh Jin Wei, yang mengalahkan unggulan kedua asal Thailand, Nitchaon Jindapon, dua game langsung 21-16 dan 23-21.
"Saya pernah kalah dari Goh, kala itu menggunakan poin 11. Goh usianya lebih muda dari saya, pasti dia bermain lebih lepas," pungkas Hanna.
Di sektor tunggal putri masih ada Linda Wenifanetri yang kini tengah bertanding melawan wakil Vietnam, Vu Thi Trang. Sebelumnya satu tiket semifinal sudah berhasil diraih Indonesia lewat pasangan ganda campuran Riky Widianto/Richi Puspita Dili.
(mrp/mrp)











































