Demikian pendapat Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyoal tekad PBSI dan juga harapan masyarakat supaya prestasi atlet-atlet bulutangkis Indonesia kembali naik, dan juga agar olahraga tepok bulu ini selalu membanggakan bangsa.
Seusai bermain bulutangkis bersama wartawan di Gedung Kalimantan, Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta, Minggu (14/6/2015) kemarin, Bambang mengatakan pembinaan atlet berbasis klub sangatlah penting karena akan memberikan kebebasan atlet dalam mengembangkan prestasinya.
βAdanya klub-klub bulutangkis penting sebagai ujung tombak pembinaan olahraga di Tanah Air. Dari sanalah akan dilahirkan pemain-pemain muda berbakat yang dirancang untuk mengganti pemain-pemain yang sudah lama,β ucap dia.
Bambang, yang mengaku sudah cinta pada bulutangkis sejak kecil dan selalu mengikuti perkembangannya, memandang mengakui prestasi bulutangkis Indonesia pada saat ini masih stabil, kendati pemain negara-negara di kawasan Asia Tenggara makin maju.
βKita masih kesulitan menghadapi China. Bahkan, di level di Asia Tenggara saja Thailand dan Malaysia sudah tidak boleh dianggap enteng,β ujarnya.
Oleh karena itu, Bambang kembali mengatakan klub-klub olahraga bulutangkis perlu dioptimalkan. Namun, hal ini sebenarnya bukan saja tanggung jawab pemerintah, tapi juga sektor swasta, misalnya melalui pendanaan maupun program Corporate Social Responsibility (CSR).
βTanpa hal itu, prestasi olahraga kurang maksimal, sehingga peran swasta harus dilibatkan dan dioptimalkan membantu olahraga nasional,β ujarnya.
Setelah gagal merebut Piala Sudirman dan juga tanpa gelar di BCA Indonesia Open 2015, pemain-pemain "Merah Putih" akhirnya berhasil merebut medali emas SEA Games di Singapura, di nomor beregu putra. Sedangkan tim putri kandas di semifinal.

(a2s/fem)











































