Angga/Ricky menjalani laga final melawan sesama pemain Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. Dalam pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Selasa (16/6/2015), Angga/Ricky menang 21-12, 24-22.
Meski menang dua gim langsung, Angga/Ricky sempat tertinggal jauh di gim kedua di kedudukan 2-11. Tapi mereka perlahan bangkit dan mengejar perolehan angka Kevin/Gideon hingga kedudukan imbang 13-13.
Meski Kevin/Gideon mencapai game point lebih dulu, Angga/Ricky mampu menyamakan kedudukan dan memaksakan deuce. Setelah tiga kali match point, Angga/Ricky akhirnya memenangi pertandingan.
Ini adalah medali emas kedua untuk Angga setelah di SEA Games 2013 lalu juga jadi juara bersama Rian Agung Saputra. Sementara bagi Ricky, hasil ini memperbaiki prestasinya setelah dua tahun lalu meraih medali perak.
"Dua tahun lalu saya meraih medali perak, sekarang bisa dapat emas. Tentunya senang bisa meraih prestasi yang lebih baik. Soal lawan, rasanya sama saja seperti latihan, sudah sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing," tutur Ricky seperti tertulis dalam rilis tim Humas dan Social Media PP PBSI yang diterima detikSport.
"Alhamdulillah saya senang bisa menyumbangkan medali emas lagi untuk Indonesia, mudah-mudahan prestasi kami lebih baik lagi kedepannya. Di game kedua sebenarnya kami agak goyang saat ketinggalan 2-11. Namun kami coba fokus dan konsentrasi, akhirnya bisa menang," ucap Angga.
"Medali emas ini kami persembahkan untuk keluarga, pelatih, teman-teman dan untuk Indonesia tentunya. Serta untuk PBSI dan pak Gita (Wirjawan) yang sudah memberi support langsung di stadion," tambah Angga.
Sementara itu, medali perak disebut Kevin tidak sesuai target pribadinya. Namun pebulutangkis berusia 20 tahun itu juga mengaku kalah sabar dari pasangan Angga/Ricky.
"Kami tertekan di game pertama, pada game kedua padahal sudah dapat kesempatan, tapi kalah sabar. Angga/Ricky lebih bisa menguasai keadaan. Dari awal start mereka lebih siap. Angga/Ricky bisa fokus dapat satu demi satu poin, sementara kami buru-buru," jelas Kevin usai pertandingan.
"Hasil ini belum sesuai target pribadi, maunya juara. Menghadapi sesama pemain Indonesia justru lebih terbebani, karena sudah sama-sama tahu permainan masing-masing, tetapi kami balikkan saja ini jadi motivasi," tambahnya.
"Kami memang kalah tenang, Angga bagus di poin-poin kritis. Dia dapat 12 angka dalam sekali servis, servisnya memang bagus," imbuh Gideon.
(nds/rin)











































