Dalam dua tahun terakhir, Wawrinka telah menunjukkan bahwa dia bisa bersaing di level tertinggi. Petenis Swiss itu telah meraih dua gelar grand slam, yaitu di Australia Terbuka 2014 dan Prancis Terbuka 2015. Di Roland Garros tahun ini, Wawrinka membuat kejutan dengan mengalahkan Novak Djokovic di partai puncak.
Kendati telah dua kali jadi juara di turnamen mayor dan kini menempati peringkat empat dunia, Wawrinka tak termasuk jajaran empat petenis putra terpopuler. Namanya masih kalah tenar dari "big four"; Djokovic, Roger Federer, Andy Murray, dan Rafael Nadal, yang selalu jadi favorit fans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi saya, big four selalu berarti big four. Mereka bagus di posisi mereka karena mereka sudah melakukan begitu banyak hal untuk tenis dan mereka sangat tangguh selama lebih dari 10 tahun," tambahnya.
"Mereka pantas berada di big four dan mereka akan selalu berada di big four. Begitulah saya melihatnya," kata Wawrinka.
Wawrinka mengawali kiprahnya di Wimbledon dengan cukup baik. Dia mengalahkan petenis Portugal, Joao Sousa, dengan skor 6-2, 7-5, 7-6 di babak pertama dan selanjutnya akan melawan Victor Estrella Burgos.
"Secara umum saya merasa baik. Saya tahu di mana permainan saya. Saya merasa siap untuk pertandingan berikutnya," kata Wawrinka.
(mfi/raw)











































