Tak ada kejutan dari singa tua bernama Lleyton Hewitt. Mantan petenis nomor satu dunia itu pun resmi mengakhiri segala petualangannya di turnamen Wimbledon.
Pada pertandingannya di babak pertama melawan Jarkko Nieminen, Senin (29/6) kemarin, Hewitt sempat meraih tiga kali match point sebelum kalah dengan skor akhir 3-6, 6-3, 4-6, 6-0, 11-9, dalam waktu empat jam.
Sebelum turnamen dimulai Hewitt memang sudah menyatakan bahwa inilah Wimbledon terakhir sebelum dia gantung raket sesuai Australia Terbuka tahun depan (2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sulit menemukan kata-kata yang tepat -- mengalahkan dia di kesempatan terakhirku. Saya tahu waktuku di sini sekarang sangat terbatas dan saya hanya berusaha bertahan sebaik mungkin," ujar Nieminen, yang di babak kedua akan menghadapi Novak Djokovic.
Kembali ke Hewitt, dia pernah satu kali menjuarai Wimbledon, di tahun 2002. Mantan juara AS Terbuka 2001 itu menghabiskan sebagian besar tahun-tahun terakhir dalam kariernya dengan berkutat dengan cedera. Dia tak pernah pulih total semenjak pelat logam dimasukkan ke dalam ibu jari kaki kirinya.
Pernah menjadi petenis putra nomor satu dunia di tahun 2001, saat ini dia ada di urutan ke-117 dalam daftar peringkat ATP. Dia bisa mengikuti Wimbledon-nya yang ke-17 ini berkat fasilitas wild card.
Terakhir kali dia tampil lumayan di Wimbledon adalah di tahun 2009, saat mencapai babak perempatfinal. Tapi setelah itu dia tak pernah melewati babak kedua. Tota dia bermain 57 kali di Wimbledon sejak 1999: menang 41 kali, kalah 16 kali.
Karier Hewitt memang tinggal menunggu selesai. Di tahun 2015 ini, misalnya, dia kalah enam kali dari tujuh pertandingannya. Dan dia mengucap selamat tinggal pada Wimbledon tanpa emosi berlebihan. Tak ada airmata yang dari petenis yang pernah identik dengan gaya topi terbalik itu, walaupun penonton tetap memberinya standing applause.
"(Pertandingan) ini cukup meringkas karierku. Aku rasa, mentalitas yang kumiliki, dengan turun ke lapangan dan bertanding, prinsip 'tak pernah mati'. Aku sudah menjalaninya selama 18-19 tahun," ucapnya.
(a2s/rin)











































