Wimbledon yang Menyengat

Wimbledon yang Menyengat

Kris Fathoni W - Sport
Kamis, 02 Jul 2015 06:27 WIB
Wimbledon yang Menyengat
AFP/Leon Neal
London -

Setelah bergulir selama beberapa hari, Wimbledon mulai menyengat panas. Panas dalam artian sebenarnya, sampai-sampai ada petenis yang merasa pening dan ballboy yang tumbang di lapangan.

Turnamen Wimbledon baru berjalan sedari awal pekan. Tetapi pada hari Rabu (1/7/2015) suhu panas disebut sudah amat menyengat. Seorang penggemar dari Arizona, AS--yang juga dikenal punya suhu cukup hangat--pun mengiyakan.

"Cuacanya panas dan cuma aku yang pakai celana jins," kata Cesar Ponce (30 tahun), dari Tucson yang datang ke All England Tennis Club bersama sang istri, Melissa, seperti dikutip Reuters.

Dalam catatan resmi Met Office, Badan Meteorologi Inggris, suhu udara pada hari Rabu menunjukkan angka 34 derajat Celcius di termometer, ketika jarum jam masih menunjukkan pukul 11 pagi. Untungnya suhu kemudian menjadi lebih sejuk selewat tengah hari.

Perkara suhu panas ini setidaknya sudah dikeluhkan oleh Bernard Tomic. Petenis Australia 27 tahun tersebut bahkan sempat membutuhkan perawatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepalaku pening di lapangan. Kemarin dan kemarin lusa aku memang tidur dengan kurang nyenyak. Aku kelelahan dan mulai merasa pusing dengan sengatan panas," ujarnya.

Akan tetapi, hal serupa tidak dirasakan Maria Sharapova. Mantan ratu tenis yang kini menjadi unggulan empat itu mengaku biasa saja.

"Lebih hangat di rumahku di Longboat Key, Florida. Penting untuk bermain dengan lebih cerdik," tutur petenis asal Rusia tersebut.

Toni Nadal, paman dan pelatih dari Rafael Nadal, juga menilai bahwa suhu panas tidak menjadi kendala besar untuk para pemain. "Memang panas, tapi itu bukan masalah besar. Kuncinya adalah tidak terlalu memikirkannya dan main tenis saja."

Sejauh ini para petenis secara umum tampaknya memang belum terlalu mengeluhkan suhu. Tetapi sejumlah penonton dan seorang ballboy setidaknya sudah harus dipapah dari Court 17 setelah tumbang dalam sebuah pertandingan yang melibatkan petenis John Isner.

"Aku melihatnya tergeletak di lapangan. Itu situasi yang amat mengerikan. Aku bukan dokter, tapi tampak seperti serangan epilepsi. Itu amat seram. (Tapi) Aku dengar ia sudah membaik, yang tentu kabar bagus," kata Isner.


(Foto: Getty Images/Ian Walton)

Pihak St. John Ambulance, yang menangani panggilan darurat di Wimbledon, menyatakan bahwa pihaknya sudah menangani 96 orang pada hari Senin dan kemudian 173 orang pada hari Selasa.

Petugas pers dari pihak itu, Bijal Patel, menjelaskan bahwa kebanyakan keluhan yang diterima rasa hendak pingsan atau terkena gejala dehidrasi dan pusing.
Β 
"Kami amat sibuk di lapangan dan mereka harus memprioritaskan dalam pengobatan. Sudah ada banyak saran-saran mengenai apa yang harus dilakukan orang guna mengantisipasi, tapi saya tak tahu apa orang-orang akan mengikuti saran tersebut," ucapnya.


(Foto: Getty Images/Al Bello)



(krs/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads