Turnamen grand slam Wimbledon terbilang unik lantaran mengharuskan pesertanya untuk mengenakan kostum serba putih. Namun, menurut Roger Federer, aturan tersebut tidak termasuk unik. Malah, menurutnya itu adalah aturan yang ekstrem.
Putih seakan-akan sudah menjadi dress code di Wimbledon. Aturan tersebut memang menjadi tradisi yang sudah berlangsung sejak tahun 1877. Wimbledon bahkan tidak mengizinkan warna lain yang "menyerempet" warna putih, seperti krem ataupun putih tulang.
Peserta harus mengenakan pakaian tenis dengan warna yang seluruhnya putih, termasuk sepatu. Peraturan itu berlaku bagi pemain yang memasuki area lapangan mana pun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2013, Federer juga sempat terkena masalah yang sama. Ketika itu, dia memang sudah mengenakan sepatu berwarna putih, namun yang jadi masalah adalah sol sepatunya berwarna oranye.
"Saya paham, semuanya serba putih, kami setuju-setuju saja kok," ujarnya seperti dilansir Reuters.
"Saya hanya tidak paham mengapa ini jadi terlalu ekstrem, sampai-sampai semuanya benar-benar serba putih. Seolah-olah kita berada di tahun 50-an."
"Coba Anda lihat semua foto yang ada waktu itu, semuanya serba putih," kata Federer.
Meski tidak menyukai peraturan ketat tersebut, Federer mengaku tidak akan protes. Bisa tampil di Wimbledon saja sudah membuatnya bangga.
"Saya senang bisa bermain di sini. Jadi, biarlah. Saya oke-oke saja," katanya.
(roz/roz)











































