Nadal kembali gagal melangkah jauh di Wimbledon. Tahun ini, pemilik dua gelar Wimbledon itu cuma sampai babak kedua setelah dikalahkan petenis berperingkat 102, Dustin Brown, 5-7, 6-3, 4-6, 4-6.
Dalam pertandingan tersebut, Nadal dibuat kerepotan dengan gaya bermain Brown. Petenis asal Spanyol itu kewalahan meladeni permainan Brown yang agresif di depan net dan harus pontang-panting mengejar bola.
Kekalahan ini memperpanjang catatan tak mengesankan Nadal di sepanjang 2015. Sejauh ini, petenis yang kini berperingkat ke-10 itu baru memenangi dua gelar. Sementara di tiga grand slam yang sudah dilewati, Nadal tak pernah melangkah lebih jauh dari perempatfinal.
Untuk mengembalikan kejayaannya, Nadal disarankan menyuntikkan tenaga baru ke dalam timnya. Hal itu termasuk mempertimbangkan kembali posisi Toni Nadal, pamannya sendiri yang sudah melatihnya sejak kecil.
"Rafael Nadal adalah salah satu juara hebat, seorang pemain berkelas. Dia bermain dengan banyak upaya dan energi, tapi apakah ini saatnya ada darah segar di tim Nadal? Bisakah kita katakan demikian? Paman Toni akan marah," ujar legenda tenis Amerika Serikat, John McEnroe, dalam program radio, BBC Radio Five Six-Love-Six, seperti dikutip Telegraph.
"Saya tahu dia punya orang lain --Carlos Costa, Francisco Roig, tapi mereka dengan hati-hati sudah mencoba untuk membujuk Paman Toni-- yang sudah melakukan pekerjaan luar biasa sejak dia masih kecil dan bilang padanya bahwa main dengan tangan kiri itu bagus. Tapi jelas di tahap ini akan terlihat bahwa beberapa ide baru akan tepat," lanjut pemilik empat gelar Wimbledon itu.
Saat didesak lebih lanjut, McEnroe menjawab: "Saya bilang cari pelatih baru!"
Nadal sendiri mengindikasikan bahwa belum akan ada perubahan di staf belakang layarnya. Pemilik 14 gelar grand slam itu berjanji akan terus bekerja keras.
"Jelas ini adalah momen buruk bagi saya. Saya harus menerima bahwa hal-hal seperti ini bisa terjadi. Saya sudah melakukannya di sepanjang karier," kata Nadal.
"Saya akan terus berjalan, ini bukan akhir. Ini adalah momen sedih, tapi hidup terus berjalan. Demikian juga karier saya. Saya harus terus berlari dan bekerja lebih keras untuk mengubah dinamika itu," ucapnya.
(nds/a2s)











































