PP PBSI terus menggeber persiapan menuju Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Seteleh seleksi atlet, kali ini para pebulutangkis pelatnas Cipayung menjalani psikotes.
Psikotes dilaksanakan pada Sabtu (4/7) lalu. Tes berlangsung selama empat jam, mulai pukul 07.30 sampai 11.30 WIB di Ruang Serba Guna, PBSI.
Tes psikologi itu ditujukan untuk menggali dan mempelajari potensi atlet, mulai dari mengukur tingkat intelegensi (kecerdasan), kepribadian, dan berbagai aspek lainnya. Terdapat 18 aspek yang diujikan dalam psikotest, terbagi dalam empat bagian yaitu kecerdasan, kepribadian, sikap kerja dan kepemimpinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βLewat psikotes, kami dapat melihat karakter atlet dan tingkat kecerdasannya seperti apa. Sehingga kami dapat menentukan bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan mereka. Hasil tes akan keluar tanggal 14 Juli, kemudian ini akan kami diskusikan bersama tim pelatih,β lanjut Amran.
Disebutkan Amran, hasil psikotest bisa dijadikan acuan karakter mental seorang juara. Hasil psikotest nantinya akan dibahas bersama Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Rexy Mainaky, Kasubid Pelatnas Ricky Soebagdja, Kabid Pengembangan Basri Yusuf serta para pelatih.
βData yang didapat dari psikotes kemudian akan dicocokan dengan fakta sehari-hari di lapangan, hasil diskusi ini akan bermanfaat untuk pembinaan si atlet yang bersangkutan. Peran pelatih di sini sangatlah penting, karena pelatih merupakan orang terdekat dengan atlet,β imbuh Amran.
(fem/a2s)











































