Langkah Sharapova di Wimbledon tahun ini terhenti di babak semifinal. Penyebabnya adalah kekalahan straight set, 2-6 dan 4-6, dari Serena dalam pertandingan Kamis (9/7/2015) malam WIB.
Hasil itu membuat Sharapova kini sudah mencatatkan 17 kekalahan beruntun atas Serena. Sharapova kalah telak 2-18 dalam rekor pertemuannya dengan Serena.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu Serena senantiasa jadi momok Sharapova. Dalam lima pertemuan terakhir, Sharapova bahkan selalu kalah dalam dua set langsung dari Serena.
"Seperti apa?" ujar Sharapova balik bertanya ketika seorang jurnalis menanyakan apa mungkin ia sudah mempertimbangkan untuk mengubah taktiknya secara drastis saat menghadapi Serena.
"Sedrastis-drastinya, aku tidak akan ke lapangan dan menjadi pemain bertipe serve and volley, atau pemain chip and charge. Tidak, Anda takkan melihat itu dariku," lanjutnya seperti dikutip Reuters.
Ditanya lebih lanjut apa yang harus ia lakukan untuk bisa menghentikan rentetan buruk atas Serena, Sharapova cuma menjawab, "(Yang pasti) Lebih banyak daripada yang sudah aku lakukan sekarang."
Dengan kekalahan tersebut, Sharapova kembali gagal menembus final Wimbledon yang kali terakhir ia pijak pada tahun 2011 lalu. Peraih lima titel grand slam tersebut juga tinggal punya AS Terbuka sebagai ajang major terakhir yang dapat ia menangi tahun ini.
"Aku senantiasa mengharapkan diriku jadi juara di ajang-ajang seperti ini," kata Sharapova yang sejak jadi juara di Wimbledon baru sekali mampu menembus final lagi.
"Mengecewakan tampil jadi pihak yang kalah karena aku tahu levelku bisa membawaku ke final dan levelku itu bisa mengantarku ke titik meraih trofi. Aku tahu kalau itulah yang mendorongku untuk terus maju," tutur petenis Rusia 28 tahun tersebut.
(krs/cas)











































