Djokovic menyudahi perlawanan petenis Swiss Roger Federer dalam partai final Wimbledon yang tuntas Minggu (12/7/2015) malam WIB, dengan 7-6(1), 6-7(10), 6-4, dan 6-3.
Usai memastikan kemenangan, Djokovic mengembangkan kedua tangan untuk meluapkan kegembiraan. Sampai sini perayaan gelar juaranya masih biasa-biasa saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: (REUTERS/Suzanne Plunkett)
"Tentu saja ini merupakan sebuah tradisi kecil. Semasa bocah, aku amat mengidamkan jadi juara Wimbledon dan seperti bocah-bocah lainnya, Anda memimpikan untuk melakukan sesuatu ketika bisa mewujudkannya. Ini mungkin satu hal kecil dari hal-hal seperti itu," komentar Djokovic ketika ditanya mengenai aksinya tersebut.
"Tahun ini rasanya enak sekali. Aku tak tahu apa yang sudah dilakukan oleh para petugas penjaga rumput, tapi mereka telah melakukan pekerjaannya dengan bagus," kelakarnya.
Untuk yang baru melihatnya, hal tersebut tentu bikin dahi mengernyit. Tetapi yang sudah menyimak laju Djokovic dalam menjuarai dua ajang Wimbledon sebelumnya, di 2011 dan 2014, hal tersebut bukan lagi kejutan.
Tahun lalu petenis peringkat pertama dunia tersebut turut melakukan aksi serupa. Ia sampai membungkukkan tubuh dan memasukkan rumput lapangan usai mengalahkan Federer dalam partai lima set.

Foto: Djokovic di Wimbledon 2014 (AFP/Glyn Kirk)
Pada kesempatan pertamanya menjuarai Wimbledon, saat ia mengalahkan Rafael Nadal dalam partai empat set di 2011, Djokovic mulai mengawali tradisi makan rumput tersebut.

Foto: Djokovic di Wimbledon 2011 (AFP/Glyn Kirk)
Keberhasilan Djokovic meraih titel ketiganya di Wimbledon tersebut sekaligus menambah koleksi keseluruhannya di ajang grand slam menjadi sembilan titel. Tahun ini ia juga sudah menjuarai Australia Terbuka.
(krs/mfi)











































