Djokovic mencatatkan kemenangan 7-6(1), 6-7(10), 6-4, dan 6-3 atas Federer, yang berpeluang menjadi petenis putra tersukses dalam sejarah Wimbledon asalkan bisa menambah satu titel lagi, untuk mempertahankan gelar juara Wimbledon.
Dalam kariernya sendiri petenis Serbia berusia 28 tahun tersebut sempat cuma berstatus "penantang" alih-alih "pemenang". Pada periode itu ia harus rela menyaksikan rivalitas Federer, peraih 17 titel grand slam, bersaing dengan Rafael Nadal, peraih 14 titel grand slam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2011 itu, Djokovic nyaris menyapu bersih ajang grand slam. Satu-satunya yang gagal ia menangi hanyalah Prancis Terbuka, ajang grand slam yang sejauh ini titelnya belum bisa ia koleksi.
Tahun-tahun berlalu, Djokovic kian kinclong di atas lapangan. Di sisi lain dua petenis utama sebelumnya justru sedang relatif menurun: Federer, yang sudah 33 tahun, belum pernah lagi bisa menjuarai grand slam sejak Wimbledon 2012 dan Nadal (29 tahun), yang belakangan harus bermasalah dengan kebugaran usai cedera, juga cuma bisa meraih satu titel grand slam dalam dua tahun terakhir.
Keberhasilan Djokovic mengalahkan Federer di final Wimbledon, Minggu (13/7/2015), membuatnya kini sudah mengoleksi sembilan titel grand slam. Di Wimbledon sendiri Djokovic sudah tiga kali berjaya, yang setia ia rayakan dengan cara unik yakni mengunyah rumput lapangan.
Aku sudah diberi jaminan rumputnya bebas gluten, belum diproses, benar-benar organik dan alami," ucap Djokovic bergurau seperti dikutip Reuters, mengomentari perayaannya tersebut.
"Aku merasa oke. Aku belum merasa tua. Aku berharap masih ada tahunan (penuh sukses) di hadapanku," lanjutnya usai memastikan gelar di All England Club setelah 2011 dan 2014.
"Aku akan berusaha menggeber batas diriku sendiri dan melihat seberapa jauh aku bisa meraih gelar-gelar juara, dan dengan diriku sendiri bermain di level ini," tutur Djokovic.
Pernyataan tersebut bak menjadi peringatan serius untuk para rivalnya. Apalagi sepanjang pertandingan lawan Federer, yang juga ia kalahkan di final tahun lalu, Djokovic relatif tidak tampak dalam ancaman serius. Federer pun mengakui ketangguhannya.
"Novak bermain bagus bukan cuma pada hari ini melainkan juga dua pekan terakhir, plus sepanjang tahun, juga tahun lalu, dan bahkan tahun sebelum itu. Jadi ia pantas mendapatkannya," puji Federer.
"Ia jelas mengukir namanya di partai-partai besar setelah meraih banyak gelar yang kini ia dapatkan di ajang-ajang grand slam berbeda. Aku yakin ia masih punya bertahun-tahun karier bagus di hadapannya," ujarnya.
(krs/rin)











































