Keempat nama besar tersebut hadir dalam acara bertajuk Yonex Legends Vision, yang akan digelar di Gor Asia Afrika, Senayan, pada 17 Agustus 2015. Acara ini merupakan bagian dari sebuah rangkaian, di mana edisi pertama digelar di China pada bulan Mei lalu dengan Lin Dan bertindak sebagai 'tuan rumah' dan akan gantian mengunjungi Malaysia serta Denmark.
"Sebenarnya idenya dari Yonex dan baru banget. Kami itu kayak beri masukan kapan kami ini bisa bersatu. Karena bagaimanapun walau kami beda generasi tapi pernah jadi dalam satu masa. Jadi apa salahnya disatukan dalam satu event lagi," kata Taufik, dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (28/7/2015).
"Akhirnya Yonex yang meng-create untuk acara seperti apa untuk mempersatukan empat orang ini (Taufik, Lin Dan, Chong Wei, dan Peter). Barulah mulai yang di Beijing kemarin. Lalu di Jakarta yang digelar Agustus nanti, kemudian Denmark, baru terakhir Desember giliran Lee Chong Wei. Memang kami mengadakannya di empat negara ini,β lanjutnya.
Pagelaran rencananya akan digelar di dua tempat dengan kemasan acara yang berbeda dalam satu hari. Pagi sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB akan digelar talkshow di Hotel Mulia, Jakarta. Setelah itu, dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi pada pukul 14.15 sampai 16.00 WIB di Gelanggang Olahraga Asia Afrika, Senayan.
"Sebagai tuan rumah tentu saya ingin membuat acara ini menjadi sangat berkesan. Tak hanya untuk para pemain Yonex Legends Vision tetapi bagi para pemain muda dan penggemar bulutangkis tanah air," ucapnya.
Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini bahkan sudah berencana menyulap GOR Asia Afrika sedemikian rupa khusus untuk menggelar event ini.
βSaya akan berupaya untuk membuat para pemain muda dan penggemar puas dan memiliki kesan mendalam terhadap acara ini. Karena memang tujuan dari acara ini jelas ingin lebih mengenalkan lagi bulutangkis Indonesia. Mudah-mudahan ini jadi motivasi dan inspirasi bagi mereka juga bahwa memang mencintai dan menggeluti bulutangkis suatu saat bisa seperti empat orang ini."
Taufik mengakui awalnya memang sulit untuk menyatukan empat jadwal pemain. Terlebih dua rekannya, yaitu Lee Chong Wei dan Lin Dan masih aktif bermain. Termasuk bertanding di Kejuraan Dunia di Istora 10-16 Agustus mendatang.
"Memang susah dan sulit banget menyatukan waktunya. Mungkin saya dan Peter lebih leluasa waktunya. Tapi kan untuk Lin Dan dan Chong Wei, kami harus minta izin kepada asosiasinya. Makanya dilakukan selesai Kejuaraan Dunia, dan kebetulan momentnya juga tepat pas dengan Kemerdekaan Indonesia. Nanti pun di Denmark, sebisa mungkin berdekatan dengan Denmark Open juga."
Diharapkan setelah keempat negara tersebut usai disambangi nantinya bisa dilanjutkan ke negara-negara lain. Utamanya negara di mana bulutangkis belum populer.
"Kami sedang mempromosikan untuk bulutangkis juga. Selama ini bulutangkis hanya di Asia, Eropa tidak terlalu banyak. Nah kami ingin ke negara-negara yang bulutangkisnya tidak terlalu besar. Supaya menarik perhatian dari bulutangkis tersebut."
"Nanti mudah-mudahan tahun depan ada evaluasi untuk melihat kekurangan dan kelebihanya untuk event selanjutnya. Untuk menggairahkan bulutangkis juga," pungkasnya.
(mcy/din)











































