Tontowi masih kesulitan untuk naik podium teratas saat turnamen digelar di Istora, Senayan, Jakarta. Terakhir, di ajang Indonesia Open, Tontowi yang berpasangan dengan Liliyana Natsir terhenti langkahnya di semifinal setelah kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Pada 10-16 Agustus mendatang, Istora akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Tontowi pun bertekad untuk mematahkan mitos soal keangkeran Istora untuk pemain Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal pendukung juga sebenarnya sama saja. Namun, dukungan itu bisa jadi bumerang atau penyemangat. Kalau jadi bumerang, itu yang bikin nervous dan saya sempat mengalami itu. Namun semoga besok, dukungan yang diberikan oleh penonton bisa membuat saya semakin termotivasi, karena sebenarnya saya sendiri senang apabila didukung oleh banyak supporter,β lanjutnya kemudian.
Berdasarkan hasil undian, Tontowi/Liliyana yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga mendapat bye di babak pertama. Jika mampu melaju mulus dan menghindari kejutan di babak ketiga saat bertemu dengan pasangan Hongkong, Lee C/Chau Hoi Wah (9), Tontowi/Liliyana bisa bertemu dengan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na di perempatfinal.
Jalan lebih terjal akan dihadapi Tontowi/Liliyana di semifinal. Sebab mereka berpeluang bertemu pasangan nomor satu dunia, Zhang Nan/Zhao Yunlei atau unggulan kelima, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.
Menghadapi Zhang/Zhao, Tontowi/Liliyana kalah 5-10 secara head to head. Sementara melawan Joachim/Christinna, Tontowi/Liliyana tertinggal 3-5.
Menanggapi itu Tontowi tak ingin buru-buru menatap semifinal. Ia ingin fokus satu-satu di setiap pertandingan.
"Tidak usah ngomong semifinal dulu. Fokus satu-satu saja pertandingan karena sebenarnya dua babak awal sebenarnya berat juga," katanya.
"Kalau untuk Zhang Nan, ya pada saat Kejuaraan Dunia 2013 kami juga bisa mengalahkan mereka kok. Semoga itu bisa terulang lagi. Cuma yang saya lihat belakangan ini mereka percaya dirinya semakin tinggi. Tapi kami tidak ingin lihat yang dulu-dulu. Sekarang semua dari nol lagi," pungkasnya.
(mcy/nds)











































