Kejuaraan Dunia Bulutangkis mulai dihelat 1977. Tapi, China baru mulai ambil bagian di tahun 1983. Sejak itu, ganda putri Negeri Tirai Bambu tak terbendung.
Ganda putri China selalu menjadi juara, kecuali pada perhelatan 1995. Kala itu, juara direbut pasangan Korea Selatan, Gil Young Ah/Jang Hey Ock.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini pada kejuaraan yang dimulai 10-16 Agustus di Istana Olahraga (Istora) Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, China meloloskan kuota maksimal, empat pasang ganda putri. Si kembar Luo Ying/Luo Yu menjadi unggulan kedua, unggulan ketiga yang sekaligus juara tahun 2011 dan 2013 Wang Xialoi/Yu Yang, Qing/Yunlei, dan Ma Jin/Tang Yuanting.
Tapi jika disimak, unggulan pertama sedang tak ditempati pasangan China. Seeded satu ditempati pasangan Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.
Tapi, situasi itu justru menjadi cambuk bagi ganda putri China untuk menjadi juara.
"Kami berharap bisa menjadi juar dunia. Ini tak mudah tapi kami harus mencobanya," kata Luo Ying seperti dikutip situs resmi BWF.
"Standar kompetisi amatlah tinggi. Semua pemain yang tampil di sana mempunyai kemampuan yang bagus, kami harus tampil dengan performa terbaik dan siap memperjuangkan setiap poin," jelas dia.
(fem/din)











































