Tommy bertekad untuk memperbaiki hasil di Kejuaraan Dunia tahun lalu di Istora, Senayan, Jakarta kali ini. Artinya, dia mematok target minimal perak setelah mendapatkan perunggu pada tahun 2014 di Kopenhagen. Kala itu, Tommy dikalahkan Chen Long (China) yang akhirnya menjadi juara.
Salah satu hal yang menjadi fokusnya adalah mengantisipasi pemain kidal. Untuk itu, dia berlatih keras selama dua hari, 4-5 Agustus, di Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Status Tommy yang bukan lagi atlet pelatnas, memang menuntutnya harus lebih kreatif lagi untuk bisa mempersiapkan diri jelang Kejuaraan Dunia. Apalagi waktu yang tersisa hanya tinggal dua hari lagi.
"Sepulang dari Rusia Open, saya memang langsung ke Malaysia untuk sparring di sana dengan Muhammad Arif dan Tang Cung Seang," jelas dia.
Untuk waktu yang tersisa menuju hari Senin (10/8), dia tinggal mematangkan mental. Tommy akan memanfaatkan pemain-pemain yang ada di klubnya.
"Memang secara level beda. Cuma ayah (Icuk Sugiarto), yang juga pelatih saya, banyak membuat variasi latihan. Jadi main dua lawan satu orang. Kalau tidak ya sama main dengan kondisi dua lapangan. Jadi secara speed harus lebih kuat lagi," katanya.
(mcy/fem)











































