Kejuaraan Dunia Dua Hari Lagi, Istora Sudah Siap 90 Persen

Jelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis

Kejuaraan Dunia Dua Hari Lagi, Istora Sudah Siap 90 Persen

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 08 Agu 2015 16:05 WIB
Kejuaraan Dunia Dua Hari Lagi, Istora Sudah Siap 90 Persen
(detikSport/Mercy Raya)
Jakarta - Istora terus bersolek jelang Kejuaraan Dunia yang akan dimulai dua hari lagi. Persiapan tuan rumah pun sudah mencapai 90 persen lebih.

Event tahunan ini akan bergulir Senin (10/8/2015) besok hingga Minggu (16β€Ž/8/2015) mendatang. Ratusan pebulutangkis kelas dunia bakal tampil di Jakarta untuk berebut gelar juara dunia. Tak hanya menjual aksi pemain-pemain kelas dunia, para pecinta bulutangkis juga diajak untuk menikmati sajian hiburan dari panitia.

Meski secara otoritas event ini merupakan milik Badminton World Federation, namun tuan rumah diperbolehkan untuk memberi sentuhan konsep yang diinginkan sebanyak 20 persen. Konsep 'merah putih' pun menjadi pilihan untuk event Kejuaraan Dunia tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Digelar di pekan-pekan memasuki hari Kemerdekaan Indonesia, Kejuaraan Dunia ini juga diharapkan jadi momentum kebangkitan bulutangkis Indonesia. Seperti diketahui, tahun lalu Indonesia sama sekali tidak meraih satu pun gelar di Kopenhagen.

"Persiapannya sudah capai 90 persen lebih. Memang sedikit berbeda dengan Indonesia Open. Tapi dibanding Kejuaraan Dunia saat digelar di Kopenhagen dan Guangzhou yang enggak ada apa-apanya, kami menyajikan sesuatu hal yang lebih kreatif," kata Direktur Event World Championship, Bambang Roedyanto, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (8/8/2015).

"Kami mengemas acara ini dengan menggabungkan hiburan dan olahraga. Hiburan yang dimaksud dengan memberi kenyamanan bagi para pengunjung seperti ada tempat makannya, buat duduk, hingga games. Ini supaya pengunjung juga tidak bosan," paparnya.

"Di area luar nantinya tidak hanya tempat makan. Panitia juga menyiapkan fasilitas sebuah layar besar. Nantinya layar itu tersebar di dua tempat. Jadi kalau ada pengunjung yang kehabisan tiket bisa nonton di luar."

Berkaca dari pengalaman Indonesia Open bulan Juni lalu, Istora memang kerap dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Beberapa dari mereka banyak yang kebagian tiket karena tiket yang dijual terbatas per harinya.

"Kami memikirkan bagaimana kalau ada pengunjung yang tidak dapat tiket. Kami belajar dari Indonesia Open. Kekurangan pasti ada tapi paling tidak kami sudah maksimal mempersiapkan semua karena belum tentu pihak lain bisa melakukan hal yang sama," ungkapnya.

Di samping tidak mudah, budget yang diperlukan untuk menyelenggarakan event kelas dunia tidaklah murah yaitu sekitar Rp 20 miliar. "Jumlah itu hanya penyelenggaraan saja. Tidak termasuk akomodasi atlet dan lain-lainnya," sebut Roedy-panggilan akrab Bambang Roedyanto.

Roedy menambahkan, meski ada sponsor, namun itu belum menutupi semua. Ia mengatakan pembiayaan 100 persen dari PBSI. Sementara untuk konsep, 80 persen dari BWF dan 20 persen PBSI.

"Sponsor..belum (menutupi). Memang kami dibantu tapi ya kembali lagi ini kami lakukan selain menyambut Kemerdekaan Indonesia yang memasuki angka 70, juga lebih bagus lagi jika pemain Indonesia bisa mempersembahkan gelar di rumahnya sendiri," harapnya.

Dari pandangan detikSport, H-2 Kejuaraan Dunia panitia masih melakukan sejumlah finishing di beberapa titik area, utamanya bagian depan Istora dan bagian dalam untuk media serta ruang ganti pemain.

Sementara di beberapa tempat seperti venue dan lokasi lainnya sudah hampir siap. Layar besar juga sudah terpajang di bagian muka Istora, yang disampingnya terpasang juga para pemain Indonesia. Mengenai lapangan secara keseluruhan sudah siap. Beberapa pemain asing bahkan sudah menggunakan empat lapangan yang sudah terpasang di dalam Istora.



(mcy/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads