Setiap kali Indonesia Terbuka Super Series Premier Terbuka dihelat, setiap kali pula Istora berdandan mewah. Tapi, kali ini menyambut Kejuaraan Dunia Bulutangkis Istora justru bersolek amat sederhana.
Tidak bisa tidak pelaksanaan Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Jakarta 10-16 Agustus ini, akan selalu dibanding-bandingkan dengan Indonesia Open pada bulan Juni lalu. Sama-sama digeber di Istora, para pemain yang datang juga mereka yang ada di level top.
Tapi, kali ini Istora justru seolah terbebani dengan sukses penyelenggaraan Indonesia Open. Jika biasanya Istora disulap menjadi taman bermain di pusat kota, kali ini Istora tampil sederhana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi Istora pagi ini. Di luarnya udah mendingan rapi (tapi byk sampah), dalemnya masih berantakan dan bau cat :))," begitulah kicau @bulutangkis RI.
Halaman luar Istora bernuansa biru, sesuai sponsor penyelenggara lokal kejuaraan. Para penonton akan memasuki dinding Arena of The Champions sebagai pembatas area venue Kejuaraan Dunia dengan kawasan lain Gelora Bung Karno.
Di sisi timur Istora disulap menjadi lokasi kuliner yang sedang hype: foodtruck dari produsen makanan dan minuman. Di bagian barat juga tersedia area kuliner dengan konsep street food.
Tak banyak tempat games seperti pada Indonesia Open. Tapi, panitia penyelenggara tetap menyediakan layar raksasa untuk nobar di sisi timur yang berdekatan dengan blok street food.
Panpel juga tetap menyediakan dinding dukungan buat para pebulutangkis untuk para fans bulutangkis.
Tapi, Istora punya wajah berbeda di dalam lapangan. Empat lapangan dengan lampu yang cukup terang sudah menjadi panggung para pemain di babak pertama.
(fem/cas)











































