"Yayasan itu ada di Praha, tahu kan, ibukota negara. Ada di tengah kota. Senang sekali Anda menanyakannya," kata Koukal seusai pertandingan babak pertama, Senin (10/8/2015).
Koukal kemudian mengisahkan periode berat dalam hidupnya. Saat ada di puncak karier sebagai pebulutangkis nomor satu Republik Ceko, dokter memvonis dia menderita kanker testis. Serangkaian terapi harus dijalani. Di antaranya kemoterapi yang proses dan efeknya tak kalah menyakitkan.
Selama tiga bulan penuh dia bergelut di ruang perawatan. Hingga kemudian dokter menyatakan dia bisa sembuh total.
Β
"Itu tepat lima tahun dari sekarang, ya saya kena kanker testis. Sangat senang bisa melewati itu semua dan bisa kembali ke bulutangkis karena itu adalah hidup saya," kata Koukal.
"Setelah pulih saya bertekad untuk lolos kualifikasi Olimpiade London dan saya lolos. Bahkan, saya dipercaya menjadi pembawa bendera kontingen. Menurut mereka itu sebagai penghargaan buat saya karena bisa comeback ke top level setelah menderita penyakit yang berat," jelas pebulutangkis 29 tahun itu.
"Saya berharap besar bisa lolos ke Rio. Dan di Indonesia ini menjadi salah satu tempat untuk mendapatkan poin (ke Olimpiade) yang cukup penting. Anda tahu kan ini negara bulutangkis," kata dia.
Faktanya, bulutangkis masih menjadi profesinya saat ini. Di sela-sela kesibukan tur dan latihan, Koukal juga rajin mendukung langsung yayasan kanker yang dibangunnya.
"Di yayasan itu saya mengajak anak-anak untuk tak hanya membicarakan soal kanker prostat atau testis tapi juga soal cedera, pengalaman buruk, dan hal-hal lainnya. Kami tidak ingin ada yang malu untuk mengakui apa yang sedang mereka derita," jelas dia.
Tapi, langkah Koukal di Kejuaraan Dunia Bulutangkis kali ini sudah tamat. Dia disingkirkan oleh pemain Denmark, Viktor Axelsen, dengan skor 14-21, 11-21.
Semoga beruntung di turnamen lain, Koukal!
(fem/mfi)











































