ADVERTISEMENT

Perjalanan Panjang Misha Zilberman untuk Main di Istora

Mercy Raya - Sport
Selasa, 11 Agu 2015 17:09 WIB
Getty Images/Robertus Pudyanto
Jakarta - Pebulutangkis Misha Zilberman harus melewati perjalanan dan perjuangan panjang untuk bisa tampil di Kejuaraan Dunia 2015 kali ini. Enam bulan sudah berupaya mendapatkan visa Indonesia, ia sempat tertahan dua pekan di Singapura sebelum akhirnya dipastikan berangkat di saat-saat terakhir. Itu semua terkait kewarganegaraannya.

Zilberman, pebulutangkis kelahiran Rusia 26 tahun lalu, berkiprah di bawah panji Israel. Itulah yang menjadi ganjalan keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatis resmi dengan Israel.

Demi bisa mengikuti Kejuaraan Dunia, secara khusus terkait izin masuk ke Indonesia, Zilberman sebelumnya mengaku sudah berkorespondensi dan mengirimkan seluruh dokumen yang dibutuhkan dari enam bulan lalu. Sekitar dua pekan lalu pemain yang tampil untuk Israel di Olimpiade 2012 itu pun terbang ke Singapura untuk menantikan visa masuk Indonesia, tetapi kemudian malah mendapatkan penolakan.

Situasi itu, menurut AFP, membuat Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) kemudian turun tangan ikut membantu. Thomas Lund, sekjen BWF, pun datang langsung ke Singapura. Zilberman pada akhirnya mendapat visa yang dibutuhkan di saat-saat terakhir dan terbang ke Jakarta pada hari Senin (11/8/2015) kemarin.

Perjalanan panjang Zilberman menuju Kejuaraan Dunia itu pada akhirnya berlangsung singkat. Dalam partainya di Istora Senayan hari ini, Selasa (11/8), ia langsung dikandaskan pemain Taiwan Hsu Jen Hao dengan 21-14 dan 21-14 dalam 34 menit. Zilberman kecewa karena kalah, meskipun juga terselip rasa gembira. Ia menyebut kisahnya kali ini sudah memperlihatkan bahwa olahraga lebih penting daripada politik.

"Saya telah bekerja keras sepanjang tahun untuk memenuhi syarat agar bisa datang ke sini, serta menunjukkan yang terbaik. Tapi di sisi lain saya sangat kecewa bahwa saya tidak menunjukkan penampilan saya, bahkan 50 persen dari apa yang saya bisa. Karena saya tidak berlatih selama lima hari terakhir," kata Misha seperti dikutip dari TOTAL BWF World Championships 2015.

"Saya mencoba untuk bermain lebih baik dari lawan. Harusnya saya melakukan adaptasi atmosfer tiga sampai empat hari di sini. Tapi walau begitu saya senang datang ke sini. Ini berarti bahwa olahraga lebih penting daripada politik. Saya pikir itu adalah kemenangan besar untuk olahraga. Semua dukungan dari pemain bulutangkis dan negara saya cukup banyak membantu."

"Saya juga berterima kasih kepada Federasi Dunia Bulutangkis yang membantu saya untuk mendapatkan visa dalam beberapa hari terakhir agar saya bisa datang ke sini. Ke depan saya perlu memulihkan diri setelah ini. Ini tidak mudah tapi saya berharap untuk kembali secepat mungkin dan terus bermain. Kita lihat apakah saya bisa kembali dan meningkatkan perfoma saya," sebutnya.



(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT