Di Kejuaraan Dunia kali ini, Vita berpasangan dengan Shendy Puspa Irawati. Di babak pertama, Vita/Shendy meraih kemenangan kala menghadapi ganda Malaysia, Eva Lee/Paula Lynn Obanana, dengan skor 20-22, 21-17, dan 21-16.
"Pertandingan tadi kami coba maksimal saja karena lawannya juga tak jelek amat. Jadi tetap waspadalah. Cuma awal-awal karena sudah tidak lama main jadi kayak feeling, touch-nya mesti disatuin lagi. Tapi sekarang sih sudah nemuin enjoy-nya sama Shendy. Sudah menang juga," kata Vita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kami coba maksimal saja karena kami punya keuntungan yakni main di Indonesia. Kedua ganda ini juga tidak terlalu spesial seperti pasangan China lainnya. Artinya masih ada celah untuk mengalahkan lawan," jelas Vita.
Di Kejuaraan Dunia kali ini, target Vita maupun Shendy memang tidak muluk. Namun Vita berharap bisa memberikan prestasi terbaik untuk menyenangkan para pendukung di Istora.
Tak hanya itu, Vita juga ingin memberikan kenangan yang indah bagi publik Istora. Kejuaraan ini disebut pemain berusia 35 tahun ini bakal menjadi turnamen internasional terakhirnya.
"Mungkin ini bakal menjadi turnamen terakhir saya. Tentu saya berkeinginan memberikan hasil yang lebih baik lagi. Ingin buat penonton semua happy," ucapnya.
"Inginnya sih tidak jauh dari yang namanya bulutangkis. Pelatih? 75 persen fix melatih di Indonesia."
Sementara itu, Shendy masih belum tahu ke depannya bakal berpasangan dengan siapa. Ia ingin fokus di pertandingan-pertandingan Kejuaraan Dunia.
(mcy/nds)











































