Status sebagai juara bertahan tak membuat Marin mulus melewati ujian dari Tee Jing Yi di babak kedua di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2015). Menghadapi pebulutangkis non-unggulan asal Malaysia itu, Marin kehilangan gim pertama lebih dulu.
Namun permainan Marin membaik di gim-gim berikutnya. Pebulutangkis asal Spanyol itu memegang kendali hingga akhirnya menang 19-21, 21-14, 21-13 dalam tempo satu jam 10 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat ecxited di lapangan hari ini meski agak nervous. Sangat normal di turnamen awal pasti sulit. Tapi saya coba kontrol permainan dan coba bermain terbaik itu yang saya lakukan," kata Marin usai bertanding.
Soal target di Kejuaraan Dunia kali ini, Marin yang baru pulih dari cedera kaki kanan itu belum mau berpikir terlalu jauh. Dia hanya ingin fokus menjalani laga demi laga.
"Saya tidak mau memikirkan gelar atau cedera. Saya hanya mencoba fokus pada setiap pertandingan," ungkap dia.
Soal kesannya pada Istora, Marin yang sudah cukup akrab dengan arena ini mengaku senang dengan dukungan pentonton yang diberikan kepadanya. Tapi dia juga tak menampik ada kesulitan bermain di Istora.
"Bermain di hall ini sangat sulit, mengontrol lapangan, angin, dan keramaian di sana. Tapi saya suka dengan kemeriahan di Istora karena saya punya fans yang mendukung saya di sini," ucapnya.
(mcy/nds)











































