Saat bertanding di babak ketiga, Kamis (13/8) di Istora, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Praveen/Debby tak hanya dikawal dua pelatih ganda campuran. Selain Richard Mainaky dan Nova Widianto, ada pelatih fisik, Felix Ari Bayu Marta, yang mendampingi.
Memang, Felix duduk lebih jauh, ada di tribun penonton. Dia tak meneriakkan instruksi taktik atau semangat. Felix hanya duduk di tribun penonton sembari membuka tablet. Serangkaian data tentang Jordan terpampang di layar tablet itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama kejuaraan dunia ini baru pemain anda putra dan Praveen yang mencoba sebab belum semua pemain nyaman mengenakan alat yang dipasang di dada ini," sambungnya
"Dari alat ini kami bia mengetahui rataan aktivitas dia selama bertanding. yang paling penting kami bisa segera mengetahui jumlah kalori yang dibakar sepanjang pertandingan. Dengan mempunyai data itu ahli gizi tim bisa segera mengetahui cara paling efektif untuk memulihkan kalori yang sudah terbuang."
Praveen sendiri tak mengalami masalah soal pemakaian alat itu, meski diakui agak mengganggu kalau terlalu ketat atau kendor.
"Seperti tadi, saat di gim ketiga kaitannya lepas jadi harus saya lepas daripada mengganggu," ucap dia.
Menurut Felix, metode itu sudah diterapkan oleh pemain dari negara-negara lain.
"Kita saja yang ketinggalan he...he...he," tutup dia.
(fem/mrp)










































