Saina lolos ke semifinal dengan mengalahkan pemain China, Wang Yihan, dengan skor 21-15, 19-21, 21-19 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Jumat (14/8).
"Menghadapi Wang Yihan menjadi pertandingan istimewa buatku. Ini seperti laga final. Ada enam pertandingan di perempatfinal yang pernah aku jalani dengan menghadapi Wang Yihan. Dan keenam pertandingan itu aku selalu kalah," kata Saina berkomentar soal kemenangan atas Wang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saina tak gentar menghadapi Linda Weni, wakil Indonesia yang pastinya bakal didukung seisi Istora. Dia sudah mengantongi resep untuk meredam Linda Weni dan Istora.
"Pertandingan akan sulit. Dia sudah mengalahkan lawan-lawan berat di babak sebelumnya. Tapi kamu tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada pertandingan terbaru," ujar Saina.
"Aku tahu yang akan aku hadapi bukan hanya Linda, tapi juga suporter. Tapi, setiap kali aku bermain di Indonesia aku merasa jadi orang Indonesia. Indonesia Open memiliki atmosfer yang sangat berbeda. Aku hanya akan tampil sebaik mungkin dan mengganggap kalau suporter di Istora berteriak untuk mendukungku. Aku pura-pura saja mereka adalah pendukungku, he he he," katanya.
Semifinal tunggal putri lainnya akan mempertemukan juara bertahan Carolina Marin (Spanyol) dengan Sung Ji Hyun (Korea Selatan).
(fem/mfi)










































