Carolina Marin tinggal selangkah lagi untuk mempertahankan gelar juara dunia. Tapi, dia masih perlu meningkatkan performa karena tiket ke final didapat dengan performa yang kurang memuaskan.
Marin harus melakoni rubber game untuk menjejak final. Pebulutangkis 21 tahun itu menumbangkan Sung Ji Hyun dari Korea Selatan, 21-17, 15-21, dan 21-16, di Istora, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8).
Kemenangan itu menjadi kemenangan kelima Marin atas Ji Hyun dari enam pertemuan. Meski begitu, Marin tak puas dengan penampilan di laga itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat kamu tak mempunyai hari yang bagus, kamu hanya perlu tampil oke, tidak membuat kesalahan sendiri dengan mudah, dan berusaha sebaik mungkin untuk tetap memukul shuttlecock di dalam lapangan dan memaksa reli-reli panjang karena dia lebih lelah dari aku.
"Aku makin gugup dan makin emosi kepada diriku sendiri karena aku tak tahu apa yang harus aku lakukan lagi untuk membuat skor. Selain itu aku sedikit terganggu dengan lapangan yang licin karena aku terus-menerus keringatan. Tapi aku tak mengerti kenapa wasit tidak tak mengijinkan lapangan dipel," ucap dia.
Marin tinggal menunggu lawan, pemenang antara pebulutangkis Saina Nehwal (India) dengan wakil Indonesia, Linda Wenifanetri.
(fem/cas)











































