Di Istora, Senayan, Minggu (16/8/2015), Chen Long menang straight game 21-14, 21-17 ketika menghadapi Chong Wei. Inilah gelar juara dunia kedua untuknya setelah pertama meraihnya pada Kejuaraan Dunia di Kopenhagen tahun lalu.
"Saya sudah 9 hari berada di sini. Saya sangat senang untuk bisa mendapatkan gelar ini di Jakarta. Tapi bukan berarti di Kopenhagen kemarin tidak bangga. Tapi lebih 'berwarna' di sini karena di sini untuk mendapatkannya lebih sulit," kata Chen Long.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu riuh-rendah publik Istora--yang acapkali mendukung pebulutangkis lawan dari pemain-pemain China, mengingat rivalitasnya dengan Indonesia di dunia bulutangkis--juga diakuinya menjadi tantangan tersendiri. Tetapi ia mengapresiasi positif "berisiknya" Istora.
"Saya rasa bukan saya saja. Indonesia pasti selalu mendukung siapapun yang akan menjadi musuh kami. Walau begitu suporter Indonesia sangat fantastik dan menarik," sebutnya.
(mcy/krs)











































