Marin sempat dibekap cedera kaki kanan menjelang Kejuaraan Dunia. Fernando Rivas pun mengubah pola latihan Marin agar tetap bisa tampil di Istora mulai 10-16 Agustus ini. Pebulutangkis 22 tahun itu pada akhirnya bisa terbang ke Jakarta.
Akan tetapi, dalam perjalanannya kerisauan cedera muncul lagi. Itu terjadi di babak babak ketiga saat menghadapi pemain Taiwan, Pai Yu Po. Marin mengalami cedera di gim pertama. Pertandingan pun sempat dihentikan lima menit setelah Marin meminta perawatan tim medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saina Nehwal, pebulutangkis India, menjadi korban terakhir Marin yang tahun lalu meraih gelar juara dunia pertamanya di Kopenhagen, Denmark.
"Aku merasa kali ini lebih menggembirakan karena lebih sulit mendapatkannya. Semua tahu kalau kaki kananku cedera dan pelatihku sempat bilang ada kemungkinan kalau aku tak bisa main di sini," kata Marin usai pertandingan.
"So, dua pekan sebelum kejuaraan ini aku baru mulai berlatih di lapangan. Saat sampai di sini kami hanya manargetkan untuk bisa menikmati kejuaraan dan melakukan apa yang sudah kujalani di latihan dan yang sudah kuterapkan di turnamen-turnamen sebelumnya. Akupun menikmati turnamen ini."
"Tentunya kudedikasikan kepada tim pelatih dan fisioterapis. Semua ini berkat mereka," ucapnya memberikan apresiasi khusus untuk sosok-sosok tersebut.
(fem/krs)











































