Istora Senayan merupakan salah satu venue gelaran bulutangkis top dunia. Tapi setiap tahun pula Istora tak bisa mengakomodasi membeludaknya penonton di babak semifinal sampai final.
Istora menjadi tempat pesta para penggemar bulutangkis berkumpul setiap tahunnya dalam gelaran Indonesia Open. Penonton selalu melimpah seiring babak yang makin krusial.
Tahun ini para penggemar bulutangkis mendapatkan bonus dengan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia mulai 10-16 Agustus. Di babak pertama hingga ketiga, Istora belum benar-benar menunjukkan wajah aslinya sebagai stadion yang berisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pengalaman menjadi tuan rumah Indonesia Open, panitia penyelenggara kini menyediakan layar raksasa di luar arena.
"Saya tidak bisa masuk karena sudah kehabisan tiket. Tapi mau pulang juga sayang kan Hendra/Ahsan main paling belakang," kata Setyawati, penonton dari Tangerang.
"Lagipula kami bisa nonton di luar lewat layar raksasa ini. Lumayanlah, di sini ramai juga," ucap dia.
Setyawatie tak sendirian. Ada seribuan orang yang menyaksikan laga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di pelataran Istora. Sebagian lainnya di sayap kiri Istora.
(fem/krs)











































